Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Tuesday, January 8, 2019

SAUNG RARASA NYENI NYALAM NYAAH (SAUNG RIUNGAN URANG SADAYA NYAAH KA SENI NYAH KA ALAM NYYAH KA SASAMA)

Lambang Rarasa.
Saung Rarasa didirikan di Karawang(saat ngumbara di Karawang sedang memperdalam berbagai jenis tearfi) pada Tgl 2 Desember 2015 tepat satu hari sebelum ulang tahun pendiri nya kang Hanapi yaitu tgl 3 Desember ,pada awal-awal saung Rarasa hanya beranggotakan dr orang2 yg ikut privat keilmuan saja (hipnotis,gendam,hikmah dan terafi ) jadi ketika ikut kelas fripat otomatis langsung menjadi anggota saung Rarasa dr 2015 hingga 2018 November saung Rarasa sudah beranggotakan 68 orang tersebar dr pulau Jawa , Kalimantan,Sulawesi,bahkan ada beberapa anggota dr luar negri yg langsung datang belajar ke saung Rarasa .

Hanya saja pada saat itu SAUNG RARASA tidak pernah mengadakan acara kumpul-kumpul seperti skrng karena memang anggota nya pun kebanyakan dr berbagai daerah .
Muhammad Hanafie, Pimpinan Rarasa.
Kalopun kumpul hanya melakukan bakti sosial :
Sunatan masal 
Bekam gurah gratis 
Mengisi di instansi pemerintahan (tentang kasus penipuan hipnotis )
Mengajar di instansi kesehatan (kaitan hipnotis dan kesehatan ) 
Acara debus /hiburan hipnotis 

Saung Rarasa terbentuk karena kecintaan sang pendiri pada ilmu-ilmu warisan leluhur yg hampir hilang oleh jaman dan semakin banyak nya para pemberi ilmu yg ingin meraup banyak keuntungan dengan dalih sebagai penyembuh/paranormal dadakan ...
Komunitas Saung Rarasa.
Kang Hanapi sendiri lahir di Jawa barat tepatnya di kp Pahae desa Cariu pada tgl 3 Desember 1994 masih sangat muda memang usianya maka tak heran salah satu paguyuban di Indonesia memberikan julukan Abah Ngora karena bisa mengilmiahkan beberapa macam keilmuan paranormal dan bisa mengajarkan nya dengan begitu mudah dengan metode yg tepat
Bahkan kang Hanapi adalah salah satu pendidik hipnotis yg sudah berlisensi dr lembaga  IBH lembaga yg sudah diakui se-Asia Tenggara


Kini saung Rarasa aktip berkumpul setiap Minggu nya di kediaman sang pendiri yaitu di kp Pahae desa Cariu Bogor Jawa barat selain berkumpul Silaturahmi saung Rarasa pun aktip mengampanyekan kebudayaan Sunda permainan jaman dulu serta edukasi ular  

Serta saung rarasa pun membuka klinik pengobatan 
Bekam,gurah mata dan hidung,Rukiah hipnoterapi , penyakit medis dan non medis ,pemagaran toko dan rumah,lemah syahwat ,jantung,paru paru ginjal, struk dll.
Baca selengkapnya

Wednesday, November 28, 2018

Sunatan Massal Untuk Umum CSR PT. VOKSEL di RS. THAMRIN Cileungsi.

Ilustrasi Sunatan Massal.
Pengumuman Untuk Warga Cileungsi, Bantargebang dan sekitarnya.

PERHATIAN
Kami dari Komite CSR PT Voksel Electric Tbk bekerjasama dengan RS Thamrin Cileungsi akan mengadakan khitanan massal pada :
Hari : Minggu
Tgl : 16 Desember 2018
Jam : 09.00
Tempat : Rumah Sakit Thamrin Cileungsi
IKLAN CALEG DPR RI.
Yang bisa kami berikan adalah:
Biaya sunat gratis
Uang saku
Sarung
Peci
Celana sunat
Piagam
Nasi box

Bagi yang berkenan,  segera mendaftar ke kami, dengan mengisi formulir dan melampirkan pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar.

Demikian kami sampaikan, terima kasih

Hormat kami
Komite CSR Voksel



(Saya Menyampaikan Perihal Ini Dan Menyediakan Formulir Pendaftaran)
Bisa Menghubungi:
Jamal / 0856 2392 678 Via Whatsapp/SMS
Jaelani / 0899 0019 009 Via Whatsapp/Telp.
Http://www.lpkjamal.org
Semoga Informasi Ini Bermanfaat.

Baca selengkapnya

Monday, November 26, 2018

Tulisan Ini Sebagai Bahan Diskusi Saja, Antara Islam, PKI, PKS, Marhaen, Jokowi, Prabowo, Megawati, Amien Rais, Soeharto, Soekarno Dan Tokoh Bangsa Lainnya

Gambar Hanya Pemanis Saja.
Tulisan Ini Saya Copy Paste Dari Facebook.

Mengapa ada yang benci Jokowi ?
Dulu waktu Jokowi mencalonkan diri sebagai Walikota Solo, PAN ada bersama dia. Periode kedua, PKS ikut berkoalisi mendukung Jokowi. Ketika sahabat saya yang juga kader PKS dan juga elite PKS mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Sumatera Barat, dia menggandeng kader PDIP sebagai wakilnya. Saya sempat tanya apa alasannya memilih PDIP sebagai mitra koalisi? jawabnya sederhana tapi membuat saya terkejut. “ Apa yang diperjuangkan oleh PDIP itu juga yang diperjuangkan PKS. Idiologi PDIP itu membela kaum marhaen, kaum lemah. Hakikat Islam yang diperjuangkan adalah kaum lemah untuk keadilan." Namun ketika Jokowi diusung oleh PDIP sebagai capres, maka keadaan menjadi lain. Mengapa ? pertama karena Presiden adalah jabatan pimpinan Nasional, maka ini berhubungan dengan agenda nasional, masalah idiologi. Kedua, Jokowi di usung oleh PDIP. Sebagaimana diketahui bahwa di Indonesia ini hanya ada dua partai berbasis idiologi, yaitu PDIP dan PKS.
PDIP.
Marhaen adalah ajaran Soekarno yang intinya membela kaum tertindas agar mandiri dan kuat. Apa yang dimaksud dengan marhaen itu ? Marhaen adalah nama petani asal jawa barat sebagai lambang anak bangsa punya alat berproduksi untuk kehidupan diri dan keluaganya. Kemudian PDIP menterjemahkan marhaen itu dengan istilah wong cilik. Kalau dilihat sekilah, marhaen itu hampir sama dengan ajaran komunis sosialis yang membela kaum buruh dan tani. Tapi jelas kalau anda baca buku tulisan Soekarno, ada perbedaan yang prinsip dengan komunis sosialis. Namun didalam Marhaen semua golongan bisa nyaman. Golongan Islam, Nasionalis. sosialis, tentara, ada. Soekarno tidak mengajak orang perang kelas. Tidak mempersoalkan perbedaan sosial. Tidak. Soekarno menggunakan Marhaen untuk melahirkan Pancasila sehingga diterima semua golongan.
Apa yang menjadi ruh dari Marhaen dalah Pancasila. Marhaen tidak bicara golongan atau kelas tapi bicara sistem yang menjajah. Bagi Soekarno kelas itu ada karena sistem. Maka sistem itulah yang harus diperangi. Maka kemerdekaan itu adalah keniscayaan. Soekarno yakin untuk mencapai kemandirian masyarakat marhaen harus melalui revolusi. Makanya walau setelah indonesia merdeka, Soekarno masih menggunakan jargon Revolusi. Dan dia disebut sebagai bapak revolusi yang senantiasa mengobarkan api revolusi. Mengapa ? Karena setelah merdeka, sistem belum bisa mengubah nasip kaum marhaen. Sistem patron dan clients yang melekat dengan kebudayaan Indonesia masih terjebak dengan feodalisme dan menindas kaum marhaen.
PKS.
Banyak orang menilai PKS itu identik dengan HTI , yang punya cita cita mengubah NKRI menjadi Negara Islam atau ingin mengubah Pancasila menjadi Syariah. Itu tidak tepat. Kalau sampai terjadi persepsi seperti itu dapat dimaklumi karena PKS adalah reinkarnasi gerakan politik islam sejak kematian Masyumi oleh rezim Soekarno dan Soeharto. Gerakan itu bangkit sejak tahun 1970 namun lebih kepada gerakan dakwah. Tidak bicara politik. Makanya Soeharto tidak curiga. Tetapi diam diam gerakan itu terus membesar. Karena ada Mohammad Natsir yang merupakan tokoh Masyumi dan juga penggerak utama DDII (Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia), yang belakangan berhasil menarik pensiunan jenderal dan elite politik ujtuk mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Soeharto dalam bentuk petisi 50. Sejak itu M Natsir dan kawan kawannya di cekal seumur hidup.
Walau gerakan itu semakin dipersempit ruangnya karena sudah masuk radar di curigai Soeharto, namun secara diam diam mereka terus bergerak melalui LDK ( lembaga Dakwah Kampus ), yang kemudian banyak bergerilya di dalam kampus dan tetap bagian dari DDII. Lambat laun menjadi gerakan Tarbiyah yang bukan hanya membangun masjid di kampus tapi juga lembaga pendidikan Nurul Fikri, lembaga dakwah Khoiru Ummah, kelompok kesenian nasyid, dan majalah Sabili. Selain itu, gerakan Tarbiyah juga menyebarkan berbagai gagasan dan pemikiran mereka melalui buku-buku yang diterbitkan antara lain oleh penerbit Gema Insani Press (GIP), Pustaka Al-Kautsar, Era Intermedia, dan Asy-Syamiil.
Ketika tahun 1998, Soeharto jatuh, dan kaum reformis menang, gerakan islam yang tadinya dibawah tanah, segera bangkit mengambil kesempatan ini. Apakah yang muncul Masyumi ? wajah baru dalam gerakan kesatuan Islam ? Tidak. Mengapa ? karena tokoh pemersatu gerakan islam ketika itu Amin Rais tidak komit. Seandainya Amin Rais sebagai tokoh gerakan Reformasi bersedia menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang ( PBB) , kemungkinan besar PK tidak akan pernah ada. Bahkan PKB dan PAN juga tidak ada. PBB akan sangat besar seperti era kejayaan Masyumi tahun 1955 karena gabungan dari semua gerakan islam. Tapi Amin Rais menolak jadi tokoh gerakan islam dan mendirikan partai pribadinya yang bernama PAN. Karena itu lahirlah PK, yang kemudian menjadi PKS.
Nah siapa yang ada didalam PK itu? ya dari semua gerakan islam. Tidak ada satupun golongan islam yang dominan. Mereka dengan latar belakang aliran Islam berbeda berkumpul menjadi satu di partai ini. Orang dengan pemahaman agama seperti apa pun bisa masuk PK. Di partai ini, ada orang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan aliran lainnya. Jadi kalau sampai ada orang HTI masuk dalam PK itu juga tidak bisa dipungkiri atau keluarga dari mantan pemberontak DII/TII juga bisa. Tapi PK ternyata tidak begitu efektif menarik massa islam. Karena terjadi banyak faksi PK sehingga arah perjuangan tidak jelas. Terbukti dalam pemilu suara PK hanya satu koma.
Tahun 2002 PK berubah menjagi PKS. Saat itulah PKS sangat berbeda dengan PK. PKS menjadi partai terbuka dan syariat islam adalah masa lalu. Tentu perubahan politik PKS ini membuat kader akar rumput dari berbagai aliran islam seperti HT dan lain lain merasa di khianati. Karena agenda mereka ingin mengubah Pancasila dan UUD 45 menjadi Syariat Islam. DI Era SBY banyak kader PK yang mengundurkan diri. Namun sejak Pemilu 2014, SBY berhasil mempersatukan ormas islam seperti HTI, Syalafi, Masyumi, FUI, FPI, untuk mendukung PKS, PAN dan PKB berhadapan dengan PDIP yang mencalonkan Jokowi sebagai Presiden.
Perseteruan antar Idiologi.
Semua tahu adanya kesepakatan China ASEAN free Trade Area yang memungkinkan China punya akses luas ke Indonesia dalam hal investasi dan perdagangan itu ditanda-tangani era SBY. Yang ketika itu SBY didukung oleh koalsi partai islam. Tetapi anehnya issue soal Jokowi pro China dan PKI yang sengaja di hembuskan oleh kubu Prabowo, langsung di makan oleh akar rumput partai pendukung Prabowo. Mengapa ? karena ada alasan historis yang rasional tentang issue tersebut. Ceritanya begini. Seusai Pemilu 1955, diadakan sidang konstituate yang bertujuan mengubah UUD 45. Kelompok Islam sudah diatas angin untuk mengubah UUD 45 sesuai dengan syariah islam dengan mengembalikan tex Pancasilan sesuai dengan Piagama Jakarta. Soekarno tidak happy atas situasi sidang konstituante itu. Kalau sampai Soekarno menolak perubahan UUD 45 yang dirancang oleh Konsituante bentukan Pemilu 1955, itu bukan karena Soekarno anti demokrasi tapi lebih karena kekawatirannya perubahan UUD 45 akan melahirkan feodalisme gaya baru melalui patron agama. Apalagi ketika itu Masyumi berhasil menjadi partai besar. Atas dukungan dari TNI, Soekarno mengeluarkan dekrit presiden kembali ke UUD 45 secara murni maka saat itulah genderang perang dengan patron kaum agama, khususnya golongan islam yang punya agenda syariah. Tentu mereka sakit hati. Karena apabila tidak ada dekrit presiden, perjuangan mendirikan negara islam sudah terjelma.
Tentu Soekarno bersikap seperti hal tersebut punya alasan yang kuat. Soekarno percaya bahwa antara islam , nasionalis dan komunis punya agenda sama yaitu bagaimana membela kaum marhaen dan mendobrak mata rantai patron yang membelenggu kemandirian kaum marhaen. Makanya NU menyatakan keluar dari Masyumi dan bergabung dalam barisan nasional mendukung Soekarno bersama PKI, PNI, yang kemudian di kenal dengan NASAKOM. Musuh kaum marhen setelah merdeka bukanlah orang asing tapi bangsa sendiri yang masih punya mental feodal dalam hubungan antara patron dan clients. Politisi agama tak lain memberikan peluang patron agama menindas clients yang juga kaum marhaen. Karenanya tanpa ragu Soekarno melibas semua patron islam yang berpolitik dan makar. TNI tanpa ragu ada dibelakang Soekarno bukan hanya karena loyalitas tapi juga TNI diberi hak berpolitik. Sehingga semua dalam barisan strategis menuju indonesia mandiri.
Kelompok islam punya agenda yaitu mendirikan negara berbasis syariah. Karenanya mereka tidak pernah menganggap musuh selain PDIP. Bagi mereka semua partai selain PDIP adalah pragmatis, yang bisa berubah haluan kapan saja tergantung situasi dan kondisi politik. Jadi musuh golongan islam adalah kelompok yang memperjuang idiologi. Dan itu adalah Marhaen yang dibungkus dengan Partai Nasionalis, yang kemudian berinkarnasi menjadi PDIP. Benarkah ? Perhatikan sejarah berikut: Di era Soeharto walau bagaimanapun sikap keras Soeharto terhadap kelompok radikall islam, Ormas islam mayoritas dan kelompok intelektual islam tetap menaruh harapan kepada kepemimpinan Soeharto sebagai soft landing untuk hadirnya kekuatan baru islam di Indonesia. Setelah Soeharto jatuh dan Megawati berhasil menjadikan PDIP sebagai pemenang pemilu 1999, namun gagal sebagai RI-1. Kursi presiden jatuh kepada Gur Dur. Mengapa? Adanya poros tengah yang merupakan koalisi partai islam yang memastikan Gus Dur unggul dalam Voting di MPR. Megawati harus ikhlas menerima posisi sebagai wakil presiden.
Tampilnya SBY ke panggung politik, karena semua ormas islam dan Partai islam bersatu mendukung SBY dengan tekad asal bukan Megawati ( asal bukan PDIP). Padahal ketika itu Megawati berpasangan dengan Hashim Muzadi yang juga ketua PBNU namun tidak ada pengaruhnya meredam issue negatif bahwa PDIP anti islam. Tahun 2009 Megawati berpasangan dengan Prabowo dengan harapan kelompok islam yang ada dibelakang SBY bisa menyeberang ke Megawati. Namun tidak ada pengaruhnya. SBY semakin solid dengan Partai islam dan ormas islam. Nah tahun 2014, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa dari PAN. Semua partai islam dan ormas islam bersatu mendukung Prabowo. Mengapa ?
ini bukan karena Prabowo hebat dan dipercaya tetapi karena Jokowi diusung oleh PDIP. Musuh mereka bukan Jokowi tetapi PDIP. Ini dendam lama yang tak pernah padam. Samahalnya sekarang. Semua elite partai islam seperti PKS dan PAN sangat paham bahwa kinerja Jokowi tidak perlu diragukan. Mereka sangat tahu bahwa Jokowi adalah pemimpin terbaik yang pernah ada di Indonesia, tetapi masalahnya ini soal politik. Idiologi marhaen yang ada pada PDIP itulah pokok persoalannya. Walaupun Jokowi berpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin yang tokoh NU dan juga ketua Umum MUI, tidak ada pengaruhnya mengurangi kebencian kelompok islam yang masih bermimpi mendirikan negara berbasis syariah. Kelompok islam tidak peduli bila Prabowo punya agenda seperti era Orba yang pernah membuat luka perjuangan islam. Bagi mereka itu lebih baik daripada negara dibawah kendali kaum marhen dan nasionalis yang pasti membuat agenda mereka mendirikan negara berbasis syariah terkubur zaman.
Kesimpulan
Ketidak sukaan sekelompok umat islam terhadap Jokowi khususnya yang ada di Sumatera Barat- Riau yang dulu sebagai basis PRRI dan Jawa Barat yang dulu sebagai basis DII/TII. Itu bagian dari sejarah gelap bangsa ini yang sampai sekarang masih menyimpan dendan. Masih ada sekelompok orang tidak pernah seratus persen menerima Pancasila sebagai falsafah negara, sebagai dasar idiologi negara. Padahal di era sekarang idiologi tidak lagi sebagai panglima sejak Komunis bangkrut di Uni Soviet dan China jadi kapitalis, dan pasar terpuruk di jantung kapitalis Wallstreet. Turki sebagai simbol khilafah yang pernah sukses berkuasa 600 tahun, bergandengan tangan dengan China dan Rusia yang sekular. Arab sebagai pengawal dua kota suci, mulai berhutang RIBA untuk APBN nya dan menerapkan pajak penjualan. Jadi kalau masih bermimpi berkuasa dengan alasan menegakan syariah islam secara kaffah, itu sudah ketinggalan jaman. Cara berpikir terbelakang dan tidak intelek.
Era sekarang adalah era kolaborasi dan sinergi antara golongan, antar bangsa, antar agama. Semua bertujuan untuk perdamaian agar mencari uang mudah, berbahagia dengan cara sederhana. Pemimpin hebat tidak ditentukan oleh pendidikan atau sipil militer, ulama non ulama tetapi oleh akhlak. Orang memilih pemimpin karena akhlaknya. Apa dasar memilih pemimpin ? dia punya sifat rendah hati dan hidupnya sederhana. Bijaksana, yang tidak mudah menciptakan konplik dan musuh. Jujur dan amanah. Setia kepada keluarga dan sahabat. Cerdas. Konsisten, dan bertanggung jawab karena itu. Tidak mementingkan diri sendiri dan keluarga. Bukan dari golongan hamba sahaya atau yang hidup dari derma dan donasi. Tapi sebagai wirausaha yang mampu menghidupi dirinya sendiri dari kreatifitas akal. Dan yang sangat penting adalah Taat menjalankan agama. Itu semua ada pada Jokowi.
Baca selengkapnya

Saturday, September 1, 2018

Terjadi penembakan hingga terkena leher perempuan penumpang belakang di Bandung

As wr wb ijin melaporkan kejadian penembakan

Perihal : Terjadi penembakan di Kawasan Tol Pasteur Kota Bdg

Pada hari Jumat tgl 30 agust 2018 pukul 04.00 wib,  di Kawasan Tol Pasteur Kel Husen Rt 01/02 Kec Cicendo Kota Bdg,  telah terjadi penembakan thd kendaraan R4 jenis Avanza,  Nopol :  B 1963 PZY yg dikendarai oleh sdr Salim,  30 th. Almt Jl Kaka Singawinata No 1 Purwakarta.
Kronologis kejadian : Ket dari saksi sdr Salim Rombongan korban sebanyak 9 org dg menggunakan 2 kendaraan berangkat dari Purwakarta menuju Center Dago Bdg, sekitar pukul 01.00 wib sdr Mahmudi,  26 th ribut dg 2 org yg tdk dikenal ditempat dan dilerai oleh tukang parkir.
Pada pukul 03.30 wib rombongan pulang dari Center Dago,  namun di Kawasan Tol Pasteur Bdg, diduga ditembak oleh org tidak dikenal thd kendaraan Avanza, Nopol : B 1963 PZY yg berisi 5 orang  yaitu : sopir sdr Salim dan sdr Mahmudi duduk didepan sedangkan yg dibelakang perempuan semua sdri Bela, sdri Mita dan duduk paling kanan sdri Hani dan terjadi penembakan dari belakang tepat sebelah kanan sehingga mengenai sdri Hani leher sebelah kanan dan tembus ke depan menghantam pintu sebelah kanan mobil.

Akibat dari kejadian tsb korban mengalami luka dan dibawa ke RS Dustira. Utk pelaku msh dlm penyelidikan dan kasusnya akan dilimpahkan ke Polrestabes Bdg.

sumber: Dump
Baca selengkapnya

Friday, August 31, 2018

Siapapun Presidennya kalau kamu malas, kamu tetap hidup susah". BENARKAH PERNYATAAN ITU

Siapapun Presidennya kalau kamu malas, kamu tetap hidup susah". BENARKAH PERNYATAAN ITU

Oke, itu ada benarnya. Tapi ada juga salahnya, di mana salahnya?

Begini..

Anda rajin, setiap pagi pergi ke sawah pulang petang. JIKA Saat anda panen ternyata pemerintah impor beras dari luar negeri dan dijual dengan harga sangat murah, akhirnya beras anda "susah" laku di pasaran dan terpaksa dijual dengan harga murah alias rugi.
===
Anda rajin berdagang buka toko tiap hari dari pagi sampai petang. Tapi JIKA di sisi lain pemerintah membiarkan toko2 minimarket ritel milik pemodal besar tumbuh menjamur di desa anda tanpa dibatasi, JIKA pengusaha asing bebas berinvestasi dan berjualan dengan harga yang pasti lebih murah, dan toko anda tak mampu/"susah" bersaing sehingga penjualan menurun.
==
Anda rajin belajar hingga lulus kuliah, namun JIKA di sisi lain tenaga kerja asing dibebaskan masuk oleh pemerintah ke negri ini sehingga persaingan mendapat kerja jadi lebih "susah" dan berat. Pengangguran semakin bertambah.
===
Orangtua rajin mendidik anak dengan iman dan akhlaq, namun JIKA sisi lain pemerintah membiarkan beredarnya narkoba, seks bebas, lgbt, kebebasan Internet,begal, geng2 motor dan tayangan tv yang merusak. Sehingga tugas orang tua dan pendidik semakin "susah" dan berat. Ditambah lagi JIKA tuduhan radikal dan intoleran sering ditujukan oleh pemerintah bagi para da'i.

Dan masih banyak contoh lainnya. Jadi kemudahan hidup itu bukan hanya dari sisi malas atau rajin, melainkan satu hal lagi yakni Rakyat membutuhkan pemimpin yang peduli dengan rakyatnya sendiri. Mari kita doakan semoga Alloh beri hidayah kepada para pemimpin
Baca selengkapnya

Sunday, August 26, 2018

Facebook, Whatsapp dan Twitter akan di Blokir oleh KEMENTRIAN KOMINFO

Ilustrasi Pengguna Sosial Media.
vnn.co.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mempertimbangkan untuk menutup media sosial dan situs berbagi seperti Facebook, Twitter, Instagram hingga Youtube jika tidak menutup akun - akun yang berisi muatan radikalisme.

"Permintaan kami pada platform untuk menutup akun - akun yang memiliki muatan radikalisme, sepanjang 2016 hingga 2017 baru 50 persen dipenuhi. Ini sangat mengecewakan," ujar Rudiantara usai acara antiradikalisme di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (14/7/2017)

Rudi meminta agar medsos tersebut untuk memperbaikinya. Jika tidak, pihaknya akan mempertimbangkan untuk menutup platform tersebut.

Dia menjelaskan "platform" tersebut enggan menutup akun karena di negara asalnya harus melalui proses pengadilan.

"Tapi mereka ke sini kan karena bisnis. Iklan - iklan juga dari sini. Oleh karenanya perlu mematuhi peraturan yang ada di sini."

Kemkominfo, lanjut dia, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran radikalisme. Cara yang dilakukan dengan penutupan situs dan pemblokiran akun di medsos. Dalam pemblokiran akun di medsos ini perlu melibatkan "platform" tersebut.

"Kami harus bergerak cepat, kami tidak ingin masyarakat terpapar dengan konten - konten radikalisme," ujar dia.

Rudi meminta maaf jika nanti pihaknya terpaksa menutup medsos.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta para rektor untuk memperhatikan aktivitas setiap komponen kampus.

Nasir memberi contoh mengenai adanya dosen yang memaksa mahasiswanya untuk masuk ke aliran tertentu, jika tidak ikut maka dosen itu mengancam nilai mahasiswanya.

"Akhirnya dosen itu dipindahkan dan tidak lagi terlibat dalam proses penilaian," ungkap Nasir.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu menjelaskan lingkungan kampus memiliki potensi untuk tumbuh kembangnya radikalisme.

"Masalah radikalisme di kampus ini, memang belum terlihat secara nyata tetapi potensi di kampus ini tinggi."

Hal ini dikarenakan kampus merupakan kumpulan anak muda dan juga masyarakat ilmiah. Oleh karena itu, dia meminta agar kampus tidak menjadi pusat radikalisme. Rektor bertanggung jawab terhadap kondisi yang ada di kampus.

Rektor Universitas Padjadjaran, Tri Hanggono, mengatakan sejauh ini kondisi di kampusnya masih bisa dikendalikan. Namun, yang perlu diwaspadai, adalah teknologi yang bisa diakses setiap mahasiswa.

Sumber: teropongsenayan
Baca selengkapnya

Tuesday, August 21, 2018

40 NASIHAT UNTUK AKTIVIS ISLAM KHUSUS UNTUK FPI BEKASI

Lambang Front Pembela Islam.
(Wakabid Jihad Muzaki Ruthab)

1. Hendaklah engkau mempunyai wirid harian dari kitabullah tidak kurang dari satu juz. Usahakan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tidak lebih dari sebulan dan tidak kurang dari tiga hari.

2. Hendaklah engkau membaca Al-Qur’an dengan baik, memperhatikannya dengan seksama dan merenungkan artinya.

3. Hendaklah engkau mengkaji Sirah Nabi dan sejarah para generasi salaf. Banyak membaca hadist Rasulullah saw, minimal hafal 40 hadist dalam Al-Arba’in An-Nawawiyah. Dan juga mengkaji pokok-pokok aqidah dan fiqih.

4.Hendaklah engkau bersegera melakukan general check up secara berkala atau berobat, begitu penyakit terasa mengenaimu. Disamping itu perhatikan faktor-faktor penyebab kekuatan dan perlindungan tubuh serta hindarilah faktor-faktor penyebab lemahnya kesehatan.

5. Hendaklah engkau menjauhi sikap berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi kopi, teh, dan minuman perangsang lainnya. Hindarkan sama sekali rokok atau paling tidak menguranginya karena semua bisa melemahkan jasadmu.

6. Hendaklah engkau perhatikan kebersihan dalam segala hal baik tempat tinggal, pakaian, makanan, minuman, badan dan tempat kerja, karena agama ini dibangun di atas dasar kebersihan.

7.Hendaklah engkau jujur dalam berkata dan jangan sekali-kali berdusta.

8.Hendaklah engkau menepati janji, jangan mengingkarinya, bagaimanapun kondisi yang engkau hadapi.

9.Hendaklah engkau menjadi seorang yang pemberani dan tahan uji. Keberanian yang paling utama adalah terus terang dalam mengatakan kebenaran, ketahanan dalam menyimpan rahasia, berani mengakui kesalahan, adil terhadap diri sendiri dan dapat menguasainya dalam keadaan marah sekalipun.

10. Hendaklah engkau senantiasa bersikap tenang dan terkesan serius. Namun janganlah keseriusan itu menghalangimu dari canda, senyum dan tawa.

11. Hendaklah engkau memiliki rasa malu yang kuat, berperasaan yang sensitive dan peka oleh kebaikan dan keburukan. Hendaklah engkau juga bersikap rendah hati dengan tanpa menghinakan diri, tidak bersikap taklid dan tidak terlalu berlunak hati.

12. Hendaklah engkau bersikap adil dan benar dalam memutuskan suatu perkara pada setiap situasi. Jangan kemarahan melalaikanmu dari berbuat kebaikan, jangan permusuhan membuatmu lupa dari pengakuan jasa baik. Berkata benar meskipun itu merugikan orang yang paling dekat denganmu.

13. Hendaklah engkau menjadi pekerja keras dan terlatih dalam aktivitas sosial. Bahagia jika dapat mempersembahkan bakti kepada orang lain, gemar membesuk orang sakit, membantu yang membutuhkan, menanggung orang yang lemah dan meringankan derita orang yang terkena musibah.

14. Hendaklah engkau berhati kasih, dermawan, toleran, pemaaf, lemah lembut kepada manusia maupun binatang, berprilaku baik dalam berhubungan dengan semua orang, menjaga etika-etika sosial Islam, menyayangi yang kecil dan menghormati yang besar, memberi tempat kepada yang lain dalam majelis, tidak memata-matai, tidak menggunjing, tidak mengumpat, meminta izin jika masuk maupun keluar rumah dan lain-lain.

15. Hendaklah engkau pandai membaca dan menulis, serta memperbanyak membaca koran, majalah atau tulisan lain. Bangun perpustakaan khusus, seberapapun ukurannya, konsentrasilah terhadap spesifikasi keilmuan dan keahlianmu jika engkau seorang spesialis, dan kuasailah persoalan Islam secara umum yang dengannya dapat membangun persepsi yang baik untuk menjadi referensi bagi pemahaman terhadap tuntutan fikrah.

16. Hendaklah engkau memiliki usaha ekonomi yang mandiri, betapapun kecil, dan cukupkanlah dengan apa yang ada pada dirimu betapapun tingginya kapasitas keilmuan.

17. Janganlah engkau terlalu berharap untuk menjadi pegawai negeri dan jadikanlah dia sebagai sesempit pintu rezeki namun jangan pula engkau tolak jika diberi peluang untuk itu. Jangan engkau melepaskannya kecuali jika ia benar-benar bertentangan dengan tugas dakwahmu.

18. Hendaklah engkau perhatikan tugas-tugasmu secara cermat dan berkualitas.

19. Hendaklah engkau penuhi hakmu dengan baik, penuhi hak-hak orang lain dengan sempurnan dan janganlah menunda-nunda pekerjaan.

20. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari judi dengan segala macamnya, apapun maksud di baliknya.Jauhi mata pencaharian yag haram, betapapun keuntungan besar yang ada di baliknya.

21. Hendaklah engkau menjauhkan diri dari riba dalam setiap aktivitasmu dan sucikan ia sama sekali dari riba.

22. Hendaklah engkau memelihara kekayaan umat Islam secara umum dengan mendorong berkembangnya pabrik-pabrik dan proyek-proyek ekonomi Islam. Engkau pun hendaklah menjaga setiap keping mata uang agar tidak jatuh ke tangan orang non-Islam dalam keadaan bagaimanapun. Janganlah makan dan berpakaian kecuali produk negeri Islammu sendiri.

23. Hendaklah engkau memiliki kontribusi finansial dalam dakwah, engkau tunaikan kewajiban zakatmu dan jadikan sebagian dari hartamu itu untuk orang yang meminta dan yang kekurangan, betapapun kecil penghasilanmu.

24. Hendaklah engkau menyimpan sebagian dari penghasilanmu untuk persediaan masa-masa sulit, betapapun sedikit dan jangan sekali-kali menyusahkan dirimu untuk mengejar kesempurnaan.

25. Hendaklah engkau menghidupkan tradisi Islam dan mematikan tradisi asing dalam setiap aspek kehidupanmu. Jagalah sunah dalam setiap aktivitas tersebut.

26. Hendaklah engkau memboikot peradilan peradilan yang tidak Islami, demikian juga penerbitan-penerbitan, organisasi-organisasi, sekolah-sekolah dan segenap institusi yang tidak mendukung fikrahmu secara total.

27. Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah, mengingat akherat dan bersiap-siap untuk menuju ridlo Allah dengan tekad yang kuat, serta mendekatkan diri kepada Allah dengan banyak ibadah sunah, memperbanyak dzikir (hati dan lisan), dan berusaha m engamalkan doa yang diajarkan pada setiap kesepatan.

28. Hendaklah engkau bersuci dengan baik dan usahakan agar senantiasa dalam keadaan berwudlu (suci) di sebagian besar waktumu.

29. Hendaklah engkau melakukan sholat dengan baik dan senantiasa tepat waktu dalam menunaikannya. Usahakan untuk senantiasa berjamaah di masjid.

30. Hendaklah engkau berpuasa Ramadhan dan berhaji. Kerjakan sekarang juga jika kamu telah mampu.

31. Hendaklah senantiasa menyertai dirimu niat jihad dan cinta mati syahid. Bersiaplah untuk itu kapan saja kesempatan untuk itu tiba.

32. Hendaklah engkau senantiasa memperbaharui taubat dan istghfarmu. Berhati-hatilah terhadap dosa kecil, apalagi besar. Sediakanlah-untuk dirimu-beberapa saat untuk mengintropeksi diri terhadap apa-apa yang telah dilakukan, yang baik maupun yang buruk. Perhatikan waktumu, karena waktu adalah kehidupan itu sendiri. Janganlah engkau pergunakan ia-sedikitpun- tanpa guna dan janganlah engkau ceroboh terhadap hal-hal yang syubhat agar tidak jatuh ke dalam kubangan yang haram.

33. Hendaklah engkau berjuang meningkatkan kemampuan dengan bersungguh-sungguh agar engkau dapat menerima tongkat kepemimpinan. Hendaklah engkau menundukkan pandanganmu, menekan emosimu, dan memotong habis selera-selera rendah dari jiwamu. Bawalah ia hanya untuk menggapai yang halal dan baik, serta hijabilah ia dari yang haram dalam keadaan bagaimanapun.

34. Hendaklah engkau jauhi khamer dan seluruh makanan atau minuman yang memabukkan sejauh-jauhnya.

35. Hendaklah engkau menjauh dari pergaulan dengan orang jahat dan persahabatan dengan orang yang rusak serta jauhilah tempat-tempat maksiat.

36. Hendaklah engkau perangi tempat-tempat iseng, jangan sekali-kali mendekatinya, serta jauhi gaya hidup mewah dan bersantai-santai.

37. Hendaklah engkau mengetahui teman pergaulnmu satu persatu dengan pengetahuan yang lengkap dan kenalkanlah dirimu kepada mereka dengan selengkap-lengkapnya. Tunaikanlah hak-hak ukhuwah mereka dengan seutuhnya, hak kasih sayang, penghargaan, pertolongan dan itsar. Hendaklah hadir di majlis mereka, tidak absen kecuali ada udzur darurat, dan pegang teguhlah sikap itsar dalam pergaulanmu dengan mereka.

38. Hendaklah engkau hindari hubungan dengan organisasi atau jamaah apapun, sekiranya hubungan itu tidak membawa maslahat bagi fikrohmu.

39. Hendaklah engkau menyebarkan dakwahmu di manapun dan memberi informasi kepada pemimpin tentang segala kondisi yang melingkupimu. Jangan engkau berbuat sesuatu yang berdampak stategis kecuali dengan seijinnya.

40. Hendaklah engkau senantiasa menjalin hubungan, baik secara ruhani maupun ‘amali, dengan Jamaah dan menempatkan dirimu sebagai “tentara yang berada di tangsi yang tengah menanti instruksi komandan”.

TTD

Wakabid Jihad
Kab Bekasi
Baca selengkapnya

Monday, August 20, 2018

Daftar Organisasi Dibawah FPI Dan Lembaga Didalamnya.

Lambang Front Pembela Islam (FPI)
Organisasi FPI memiliki lima Badan Khusus, yaitu :

a. Badan Investigasi Front disingkat BIF.
b. Badan Anti Teror disingkat BAT.
c. Badan Pengkaderan Front disingkat BPF.
d. Badan Ahli Front disingkat BAF.
e. Badan Amil Zakat disingkat BAZ


Organisasi FPI memiliki enam Lembaga Otonom, yaitu :

a. Lembaga Da’wah Front disingkat LDF.
b. Lembaga Informasi Front disingkat LIF.
c. Lembaga Ekonomi Front disingkat LEF.
d. Lembaga Bantuan Hukum Front disingkat BHF.
e. Lembaga Pemantau Ma’siat Front disingkat PMF.
f. Lembaga Kemanusiaan Front bernama Hilal Merah Indonesia dsingkat HILMI


Organisasi FPI memiliki empat Anak Organisasi yang Otonom dan Independen serta memiliki AD / ART, struktur organisasi, garis komando, program kerja dan pertanggung-jawaban sendiri, yaitu :

a. Laskar Pembela Islam disingkat LPI.
b. Mujahidah Pembela Islam disingkat MPI.
c. Front Mahasiswa Islam disingkat FMI.
d. Serikat Pekerja Front disingkat SPF
Baca selengkapnya