Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Monday, November 26, 2018

Tulisan Ini Sebagai Bahan Diskusi Saja, Antara Islam, PKI, PKS, Marhaen, Jokowi, Prabowo, Megawati, Amien Rais, Soeharto, Soekarno Dan Tokoh Bangsa Lainnya

Gambar Hanya Pemanis Saja.
Tulisan Ini Saya Copy Paste Dari Facebook.

Mengapa ada yang benci Jokowi ?
Dulu waktu Jokowi mencalonkan diri sebagai Walikota Solo, PAN ada bersama dia. Periode kedua, PKS ikut berkoalisi mendukung Jokowi. Ketika sahabat saya yang juga kader PKS dan juga elite PKS mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Sumatera Barat, dia menggandeng kader PDIP sebagai wakilnya. Saya sempat tanya apa alasannya memilih PDIP sebagai mitra koalisi? jawabnya sederhana tapi membuat saya terkejut. “ Apa yang diperjuangkan oleh PDIP itu juga yang diperjuangkan PKS. Idiologi PDIP itu membela kaum marhaen, kaum lemah. Hakikat Islam yang diperjuangkan adalah kaum lemah untuk keadilan." Namun ketika Jokowi diusung oleh PDIP sebagai capres, maka keadaan menjadi lain. Mengapa ? pertama karena Presiden adalah jabatan pimpinan Nasional, maka ini berhubungan dengan agenda nasional, masalah idiologi. Kedua, Jokowi di usung oleh PDIP. Sebagaimana diketahui bahwa di Indonesia ini hanya ada dua partai berbasis idiologi, yaitu PDIP dan PKS.
PDIP.
Marhaen adalah ajaran Soekarno yang intinya membela kaum tertindas agar mandiri dan kuat. Apa yang dimaksud dengan marhaen itu ? Marhaen adalah nama petani asal jawa barat sebagai lambang anak bangsa punya alat berproduksi untuk kehidupan diri dan keluaganya. Kemudian PDIP menterjemahkan marhaen itu dengan istilah wong cilik. Kalau dilihat sekilah, marhaen itu hampir sama dengan ajaran komunis sosialis yang membela kaum buruh dan tani. Tapi jelas kalau anda baca buku tulisan Soekarno, ada perbedaan yang prinsip dengan komunis sosialis. Namun didalam Marhaen semua golongan bisa nyaman. Golongan Islam, Nasionalis. sosialis, tentara, ada. Soekarno tidak mengajak orang perang kelas. Tidak mempersoalkan perbedaan sosial. Tidak. Soekarno menggunakan Marhaen untuk melahirkan Pancasila sehingga diterima semua golongan.
Apa yang menjadi ruh dari Marhaen dalah Pancasila. Marhaen tidak bicara golongan atau kelas tapi bicara sistem yang menjajah. Bagi Soekarno kelas itu ada karena sistem. Maka sistem itulah yang harus diperangi. Maka kemerdekaan itu adalah keniscayaan. Soekarno yakin untuk mencapai kemandirian masyarakat marhaen harus melalui revolusi. Makanya walau setelah indonesia merdeka, Soekarno masih menggunakan jargon Revolusi. Dan dia disebut sebagai bapak revolusi yang senantiasa mengobarkan api revolusi. Mengapa ? Karena setelah merdeka, sistem belum bisa mengubah nasip kaum marhaen. Sistem patron dan clients yang melekat dengan kebudayaan Indonesia masih terjebak dengan feodalisme dan menindas kaum marhaen.
PKS.
Banyak orang menilai PKS itu identik dengan HTI , yang punya cita cita mengubah NKRI menjadi Negara Islam atau ingin mengubah Pancasila menjadi Syariah. Itu tidak tepat. Kalau sampai terjadi persepsi seperti itu dapat dimaklumi karena PKS adalah reinkarnasi gerakan politik islam sejak kematian Masyumi oleh rezim Soekarno dan Soeharto. Gerakan itu bangkit sejak tahun 1970 namun lebih kepada gerakan dakwah. Tidak bicara politik. Makanya Soeharto tidak curiga. Tetapi diam diam gerakan itu terus membesar. Karena ada Mohammad Natsir yang merupakan tokoh Masyumi dan juga penggerak utama DDII (Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia), yang belakangan berhasil menarik pensiunan jenderal dan elite politik ujtuk mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Soeharto dalam bentuk petisi 50. Sejak itu M Natsir dan kawan kawannya di cekal seumur hidup.
Walau gerakan itu semakin dipersempit ruangnya karena sudah masuk radar di curigai Soeharto, namun secara diam diam mereka terus bergerak melalui LDK ( lembaga Dakwah Kampus ), yang kemudian banyak bergerilya di dalam kampus dan tetap bagian dari DDII. Lambat laun menjadi gerakan Tarbiyah yang bukan hanya membangun masjid di kampus tapi juga lembaga pendidikan Nurul Fikri, lembaga dakwah Khoiru Ummah, kelompok kesenian nasyid, dan majalah Sabili. Selain itu, gerakan Tarbiyah juga menyebarkan berbagai gagasan dan pemikiran mereka melalui buku-buku yang diterbitkan antara lain oleh penerbit Gema Insani Press (GIP), Pustaka Al-Kautsar, Era Intermedia, dan Asy-Syamiil.
Ketika tahun 1998, Soeharto jatuh, dan kaum reformis menang, gerakan islam yang tadinya dibawah tanah, segera bangkit mengambil kesempatan ini. Apakah yang muncul Masyumi ? wajah baru dalam gerakan kesatuan Islam ? Tidak. Mengapa ? karena tokoh pemersatu gerakan islam ketika itu Amin Rais tidak komit. Seandainya Amin Rais sebagai tokoh gerakan Reformasi bersedia menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang ( PBB) , kemungkinan besar PK tidak akan pernah ada. Bahkan PKB dan PAN juga tidak ada. PBB akan sangat besar seperti era kejayaan Masyumi tahun 1955 karena gabungan dari semua gerakan islam. Tapi Amin Rais menolak jadi tokoh gerakan islam dan mendirikan partai pribadinya yang bernama PAN. Karena itu lahirlah PK, yang kemudian menjadi PKS.
Nah siapa yang ada didalam PK itu? ya dari semua gerakan islam. Tidak ada satupun golongan islam yang dominan. Mereka dengan latar belakang aliran Islam berbeda berkumpul menjadi satu di partai ini. Orang dengan pemahaman agama seperti apa pun bisa masuk PK. Di partai ini, ada orang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan aliran lainnya. Jadi kalau sampai ada orang HTI masuk dalam PK itu juga tidak bisa dipungkiri atau keluarga dari mantan pemberontak DII/TII juga bisa. Tapi PK ternyata tidak begitu efektif menarik massa islam. Karena terjadi banyak faksi PK sehingga arah perjuangan tidak jelas. Terbukti dalam pemilu suara PK hanya satu koma.
Tahun 2002 PK berubah menjagi PKS. Saat itulah PKS sangat berbeda dengan PK. PKS menjadi partai terbuka dan syariat islam adalah masa lalu. Tentu perubahan politik PKS ini membuat kader akar rumput dari berbagai aliran islam seperti HT dan lain lain merasa di khianati. Karena agenda mereka ingin mengubah Pancasila dan UUD 45 menjadi Syariat Islam. DI Era SBY banyak kader PK yang mengundurkan diri. Namun sejak Pemilu 2014, SBY berhasil mempersatukan ormas islam seperti HTI, Syalafi, Masyumi, FUI, FPI, untuk mendukung PKS, PAN dan PKB berhadapan dengan PDIP yang mencalonkan Jokowi sebagai Presiden.
Perseteruan antar Idiologi.
Semua tahu adanya kesepakatan China ASEAN free Trade Area yang memungkinkan China punya akses luas ke Indonesia dalam hal investasi dan perdagangan itu ditanda-tangani era SBY. Yang ketika itu SBY didukung oleh koalsi partai islam. Tetapi anehnya issue soal Jokowi pro China dan PKI yang sengaja di hembuskan oleh kubu Prabowo, langsung di makan oleh akar rumput partai pendukung Prabowo. Mengapa ? karena ada alasan historis yang rasional tentang issue tersebut. Ceritanya begini. Seusai Pemilu 1955, diadakan sidang konstituate yang bertujuan mengubah UUD 45. Kelompok Islam sudah diatas angin untuk mengubah UUD 45 sesuai dengan syariah islam dengan mengembalikan tex Pancasilan sesuai dengan Piagama Jakarta. Soekarno tidak happy atas situasi sidang konstituante itu. Kalau sampai Soekarno menolak perubahan UUD 45 yang dirancang oleh Konsituante bentukan Pemilu 1955, itu bukan karena Soekarno anti demokrasi tapi lebih karena kekawatirannya perubahan UUD 45 akan melahirkan feodalisme gaya baru melalui patron agama. Apalagi ketika itu Masyumi berhasil menjadi partai besar. Atas dukungan dari TNI, Soekarno mengeluarkan dekrit presiden kembali ke UUD 45 secara murni maka saat itulah genderang perang dengan patron kaum agama, khususnya golongan islam yang punya agenda syariah. Tentu mereka sakit hati. Karena apabila tidak ada dekrit presiden, perjuangan mendirikan negara islam sudah terjelma.
Tentu Soekarno bersikap seperti hal tersebut punya alasan yang kuat. Soekarno percaya bahwa antara islam , nasionalis dan komunis punya agenda sama yaitu bagaimana membela kaum marhaen dan mendobrak mata rantai patron yang membelenggu kemandirian kaum marhaen. Makanya NU menyatakan keluar dari Masyumi dan bergabung dalam barisan nasional mendukung Soekarno bersama PKI, PNI, yang kemudian di kenal dengan NASAKOM. Musuh kaum marhen setelah merdeka bukanlah orang asing tapi bangsa sendiri yang masih punya mental feodal dalam hubungan antara patron dan clients. Politisi agama tak lain memberikan peluang patron agama menindas clients yang juga kaum marhaen. Karenanya tanpa ragu Soekarno melibas semua patron islam yang berpolitik dan makar. TNI tanpa ragu ada dibelakang Soekarno bukan hanya karena loyalitas tapi juga TNI diberi hak berpolitik. Sehingga semua dalam barisan strategis menuju indonesia mandiri.
Kelompok islam punya agenda yaitu mendirikan negara berbasis syariah. Karenanya mereka tidak pernah menganggap musuh selain PDIP. Bagi mereka semua partai selain PDIP adalah pragmatis, yang bisa berubah haluan kapan saja tergantung situasi dan kondisi politik. Jadi musuh golongan islam adalah kelompok yang memperjuang idiologi. Dan itu adalah Marhaen yang dibungkus dengan Partai Nasionalis, yang kemudian berinkarnasi menjadi PDIP. Benarkah ? Perhatikan sejarah berikut: Di era Soeharto walau bagaimanapun sikap keras Soeharto terhadap kelompok radikall islam, Ormas islam mayoritas dan kelompok intelektual islam tetap menaruh harapan kepada kepemimpinan Soeharto sebagai soft landing untuk hadirnya kekuatan baru islam di Indonesia. Setelah Soeharto jatuh dan Megawati berhasil menjadikan PDIP sebagai pemenang pemilu 1999, namun gagal sebagai RI-1. Kursi presiden jatuh kepada Gur Dur. Mengapa? Adanya poros tengah yang merupakan koalisi partai islam yang memastikan Gus Dur unggul dalam Voting di MPR. Megawati harus ikhlas menerima posisi sebagai wakil presiden.
Tampilnya SBY ke panggung politik, karena semua ormas islam dan Partai islam bersatu mendukung SBY dengan tekad asal bukan Megawati ( asal bukan PDIP). Padahal ketika itu Megawati berpasangan dengan Hashim Muzadi yang juga ketua PBNU namun tidak ada pengaruhnya meredam issue negatif bahwa PDIP anti islam. Tahun 2009 Megawati berpasangan dengan Prabowo dengan harapan kelompok islam yang ada dibelakang SBY bisa menyeberang ke Megawati. Namun tidak ada pengaruhnya. SBY semakin solid dengan Partai islam dan ormas islam. Nah tahun 2014, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa dari PAN. Semua partai islam dan ormas islam bersatu mendukung Prabowo. Mengapa ?
ini bukan karena Prabowo hebat dan dipercaya tetapi karena Jokowi diusung oleh PDIP. Musuh mereka bukan Jokowi tetapi PDIP. Ini dendam lama yang tak pernah padam. Samahalnya sekarang. Semua elite partai islam seperti PKS dan PAN sangat paham bahwa kinerja Jokowi tidak perlu diragukan. Mereka sangat tahu bahwa Jokowi adalah pemimpin terbaik yang pernah ada di Indonesia, tetapi masalahnya ini soal politik. Idiologi marhaen yang ada pada PDIP itulah pokok persoalannya. Walaupun Jokowi berpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin yang tokoh NU dan juga ketua Umum MUI, tidak ada pengaruhnya mengurangi kebencian kelompok islam yang masih bermimpi mendirikan negara berbasis syariah. Kelompok islam tidak peduli bila Prabowo punya agenda seperti era Orba yang pernah membuat luka perjuangan islam. Bagi mereka itu lebih baik daripada negara dibawah kendali kaum marhen dan nasionalis yang pasti membuat agenda mereka mendirikan negara berbasis syariah terkubur zaman.
Kesimpulan
Ketidak sukaan sekelompok umat islam terhadap Jokowi khususnya yang ada di Sumatera Barat- Riau yang dulu sebagai basis PRRI dan Jawa Barat yang dulu sebagai basis DII/TII. Itu bagian dari sejarah gelap bangsa ini yang sampai sekarang masih menyimpan dendan. Masih ada sekelompok orang tidak pernah seratus persen menerima Pancasila sebagai falsafah negara, sebagai dasar idiologi negara. Padahal di era sekarang idiologi tidak lagi sebagai panglima sejak Komunis bangkrut di Uni Soviet dan China jadi kapitalis, dan pasar terpuruk di jantung kapitalis Wallstreet. Turki sebagai simbol khilafah yang pernah sukses berkuasa 600 tahun, bergandengan tangan dengan China dan Rusia yang sekular. Arab sebagai pengawal dua kota suci, mulai berhutang RIBA untuk APBN nya dan menerapkan pajak penjualan. Jadi kalau masih bermimpi berkuasa dengan alasan menegakan syariah islam secara kaffah, itu sudah ketinggalan jaman. Cara berpikir terbelakang dan tidak intelek.
Era sekarang adalah era kolaborasi dan sinergi antara golongan, antar bangsa, antar agama. Semua bertujuan untuk perdamaian agar mencari uang mudah, berbahagia dengan cara sederhana. Pemimpin hebat tidak ditentukan oleh pendidikan atau sipil militer, ulama non ulama tetapi oleh akhlak. Orang memilih pemimpin karena akhlaknya. Apa dasar memilih pemimpin ? dia punya sifat rendah hati dan hidupnya sederhana. Bijaksana, yang tidak mudah menciptakan konplik dan musuh. Jujur dan amanah. Setia kepada keluarga dan sahabat. Cerdas. Konsisten, dan bertanggung jawab karena itu. Tidak mementingkan diri sendiri dan keluarga. Bukan dari golongan hamba sahaya atau yang hidup dari derma dan donasi. Tapi sebagai wirausaha yang mampu menghidupi dirinya sendiri dari kreatifitas akal. Dan yang sangat penting adalah Taat menjalankan agama. Itu semua ada pada Jokowi.
Baca selengkapnya

Friday, September 7, 2018

Daftar Pemenang PILKADES Serentak se - Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Daftar Pemenang PILKADES Serentak se - Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Hasil penghitungan Suara Pilkades serentak se - Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Pilkades yang dilaksanakan oleh 154 Desa pada Tanggal Minggu, 26 Agustus 2018.
Inilah Daftar nama para pemenang dalam penghitungan.

Semoga dalam menjalankan tugasnya kedepan bisa lebih baik bagi Desa tercinta.

1. Kecamatan cikarang timur
- Desa Cipayung pemenang H. AJAN
- Desa Hegarmanah pemenang AMID HERMAN PELANI
- Desa karang sari pemenang BAO UMBARA
- Desa Jatibaru pemenang SADAR DARMADI
- Desa labansari pemenang AMAL GOZALI
- Desa jatireja pemenang SUWANDI

2. Kecamatan Pebayuran
- Desa kerta jaya pemenang ASEP SAEFUDIN
- Desa karang segar pemenang M ASDI
- Desa Sumber urip pemenang HAJI JAJANG
- Desa Sumber reja pemenang H. IBONG IBROHIM
- Desa karang harja pemenang SUKARMA
- Desa karang haur pemenang JUHENDI SULAEMAN
- Desa bantarsari pemenang IKA
- Desa bantarjaya pemenang ABU ZIHAD UBAIDILLAH
- Desa karang jaya pemenang SAAN SAHRONI
- Desa karang reja pemenang HAJI MIDI
- Desa sumbersari pemenang ENUR FADILLAH
- Desa karang patri pemenang KASIDIK

3. Kecamatan Cabangbungin
- Desa sindangjaya pemenang RUSLAN ABDUL GANI
- Desa Lenggah Jaya pemenang HAJI SADIH MUHAMMAD FARHAN
- Desa Setialaksana pemenang ROHMAT HT
- Desa Jaya laksana pemenang IRWANSYAH
- Desa Jaya bakti
pemenang AKIM
- Desa Lenggahsari pemenang NASIM SUPRIYANTO
- Desa sindangsari pemenang ABD KADIR

4. Kecamatan Tambelang
- Desa sukamaju pemenang M SARIH
- Desa Sukabakti pemenang HAJI NAMAN
- Desa Sukaraja pemenang SARIF
- Desa Sukawijaya pemenang H. HARUN
- Desa sukamantri pemenang MURTADA
- Desa sukarahayu pemenang NASRO

5. Kecamatan Muaragembong
- Desa Pantai sederhana pemenang ZAENI
- Desa jayasakti pemenang PATORI
- Desa Pantai bahagia pemenang MAMAN SURYAMAN
- Desa Pantai bakti pemenang MANAN
- Desa Pantai mekar pemenang DAHLAN

6. Kecamatan Setu
- Desa Cikarageman pemenang MARKUM HIDAYAT
- Desa Ragem manunggal pemenang ENDI
- Desa Tamansari pemenang M. JAHI HIDAYAT
- Desa Muktijaya pemenang RUNI NURAENI
- Desa Kerta Rahayu pemenang RUDI CATUR PRIBADI
- Desa Cibening pemenang SURYADI EFENDI SE
- Desa Cijengkol pemenang H. SAIFULLAH
- Desa Taman Rahayu pemenang H. ABDUL WAHID
- Desa ciledug pemenang IIN SOLIHIN
- Desa lubangbuaya pemenang MAULANA YUSUF
- Desa burangkeng pemenang NEMIN

7. Kecamatan Cikarang Selatan
- Desa Pasir sari pemenang SUPARTA
- Desa sukadami pemenang HAJI KUNANG
- Desa Cibatu pemenang WARTA
- Desa Sukaresmi pemenang HJ NUNUNG
- Desa sukasejati pemenang ENGKOS KOSWARA
- Desa Serang pemenang IRWAN HANDOKO

8. Kecamatan Bojongmangu
- Desa Medal krisna pemenang SAMID
- Desa Karang Indah pemenang MISTAR
- Desa Bojongmangu pemenang IBUT JARI
- Desa sukabungah pemenang UJANG SURYANA
- Desa sukamukti pemenang SARTA
- Desa karang mulya pemenang JAKA SUTEJA

9. Kecamatan Tarumajaya
- Desa Pantai Makmur pemenang HAJI MURSAN
- Desa Pantai setia pemenang ZAENAL ABIDIN
- Desa Pusaka rakyat pemenang ABDUL WAHID
- Desa Samudera jaya pemenang IBNU HAJAR S Sag
- Desa Segarajaya pemenang H. MARJAYA

10. Kecamatan Cikarang Barat
- Desa Danau Indah pemenang HAJI NARMIN NUSFIANSAH
- Desa Jati wangi pemenang YOWANDA ADIEZTRA
- Desa Ganda mekar pemenang HAJI MAHMUDIN
- Desa gandasari pemenang MIDIK
- Desa mekar wangi pemenang SUBUR
- Desa sukadanau pemenang MULYADI

11. Kecamatan Cibarusah
- Desa Ridomanah pemenang ODEN
- Desa Ridogalih pemenang KOMARUDIN
- Desa sirnajati pemenang SAMID RIDWAN
- Desa sindangmulya pemenang R SELVIA
- Desa Cibarusah kota pemenang IWAN SETIAWAN
- Desa Cibarusah jaya pemenang ABU BAKAR

12. Kecamatan Babelan
- Desa Pantai hurip pemenang SUWANDI
- Desa kedungjaya pemenang NURMAN
- Desa Kedung pengawas pemenang NASRUDIN
- Desa Buni bakti pemenang SIDI SUMARDI
- Desa Muara bakti pemenang ASMAWI

13. Kecamatan Sukawangi
- Desa Sukawangi pemenang HAJI SEKAM
- Desa Sukaringin pemenang ROYADI PRATAMA
- Desa Sukabudi pemenang IIMUDIN
- Desa Sukakerta pemenang H BISAN
- Desa sukadaya pemenang SARTIJA ARIZONA
- Desa sukamekar pemenang JAYADI
- Desa sukatenang pemenang ANWAR SANUSI

14. Kecamatan Cibitung
- Desa Sarimukti pemenang HJ. MAEMUNAH
- Desa sukajaya pemenang AMANG
- Desa cibuntu pemenang ABDUL ROHIM
- Desa muktiwari pemenang BAHRUDIN
- Desa wanajaya pemenang NURDIN KHOLID
- Desa kalijaya pemenang DEDE SULAEMAN

15. Kecamatan Kedungwaringin
- Desa karang harum pemenang H. RIMANSAH
- Desa mekar jaya pemenang H. APENDI
- Desa karang sambung RULY
- Desa bojongsari pemenang MULYANA
- Desa waringinjaya pemenang TAUFIK
- Desa Kedungwaringin pemenang HJ. TITA KOMALA

16. Kecamatan Tambun Utara
- Desa Srimahi pemenang SUDARTO
- Desa satriajaya pemenang ASTA RAZAN
- Desa satriamekar pemenang AMBEN
- Desa Sarimukti pemenang SANDAM
- Desa srijaya pemenang CANIH
- Desa sriamur pemenang HERMAN SULAEMAN
- Desa karang satria pemenang HAJI ZAENUDIN

17. Kecamatan Cikarang Utara
- Desa wangunharja pemenang H. GANDA
- Desa waluya pemenang DEDI CAHYADI
- Desa karang baru pemenang KOMARUDIN AMBARAWA
- Desa simpangan pemenang H KURMA KURNIAWAN
- Desa mekar mukti pemenang DEDE SULAEMAN
- Desa Pasir gombong pemenang MASLAM TONGSENG
- Desa harjamekar pemenang WIJAYANTO
- Desa karang asih pemenang SAMSU DAWAM

18. Kecamatan Tambun Selatan
- Desa Lambangjaya pemenang KIMBLAN SYAHRONI
- Desa Tambun pemenang SARJA WINATA
- Desa lambangsari pemenang PIPIT HARYANTI
- Desa tridaya sakti pemenang SUWARDI WADA
- Desa setiadarma pemenang NUNUNG HERAWATI
- Desa setiamekar pemenang SURYADI
- Desa mekarsari pemenang LINDA
- Desa sumberjaya pemenang MATAM SPdi

19. Kecamatan Serang baru
- Desa Nagacipta pemenang JABARUDIN
- Desa Nagasari pemenang MARTAM
- Desa Cilangkara HJ SANEM
- Desa jaya mulya pemenang ASEP GUNAWAN
- Desa jayasampurna pemenang MUKHSIN
- Desa sirnajaya pemenang H. AYO SUYANTO

20. Kecamatan Sukakarya
- Desa Sukakarsa pemenang MONAKA
- Desa sukamurni pemenang NURUDIN AMK
- Desa Sukajadi pemenang EMAN SUPRIYATNA
- Desa sukaindah pemenang ENDANG SUHARDA
- Desa sukamakmur pemenang WAWAN
- Desa Sukakarya pemenang JONI PAHANSAH

21. Kecamatan Karang bahagia
- Desa karang setia pemenang ARMAT
- Desa Karang sentosa pemenang KARTA WIJAYA
- Desa karang anyar pemenang ARNI
- Desa karang bahagia pemenang HAMDANI
- Desa karang mukti pemenang SUMARDI
- Desa karangsatu pemenang SARIM
- Desa Sukaraya Danu Sumarno

22. Kecamatan Cikarang pusat
- Desa Cicau pemenang MAMAN M FAHLEPI
- Desa sukamahi pemenang ADA ANDRI
- Desa Hegarmukti pemenang AJO SUBARJO
- Desa Pasir tanjung pemenang HJ EMA MARIAH

23. Kecamatan Sukatani
- Desa suka asih pemenang NADIH
- Desa banjarsari pemenang ERY AK DARMADI
- Desa Sukamanah pemenang H.JAJULI
-Desa sukahurip pemenang AAN KURNIAWAN
- Desa sukarukun pemenang KARNADA
- Desa sukadarma pemenang SUJAI
- Desa sukamulya pemenang SUWARDI

Catatan: Mohon di Koreksi Jika Ada Kesalahan. Silahkan kirim email melalui ilonkpanjava@gmail.com
Baca selengkapnya

Sunday, September 2, 2018

Dedi Mizwar Jadi Juru Bicara Jokowi - Ma'ruf, Fadli Zon Angkat Bicara

Dedi Mizwar.
Jakarta, ZAMANHP - Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra) menilai masuknya mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sebagai juru bicara pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin hal lumrah dan tidak masalah. Deddy Mizwar merupakan kader Partai Demokrat dan partai tersebut berkoalisi bersama Gerindra, PKS, dan PAN mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

"Enggak ada masalah. Itu masalah pilihan masing-masing," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018).

Fadli mengatakan, keputusan Deddy Mizwar itu kemungkinan akan membuat anggota koalisi mempertanyakan keseriusan Demokrat. Tapi ia juga mempertanyakan keanggotaan pria yang kerap disebut Demiz di Demokrat.

"Saya kira mereka pasti akan mempertanyakan itu. Kalau enggak salah Demiz kader di Demokrat ya. Tapi kan juga masih baru, apakah cuma numpang lewat saja atau memang sudah menjadi kader benaran?" kata dia.

Jika Deddy Mizwar masuk dalam kepengurusan Demokrat, Fadli mengatakan Demokrat pasti memiliki mekanisme internal untuk menindaklanjuti keputusan kadernya.

"Artinya enggak sembarangan. Pasti mereka punya mekanisme internal," Fadli menandaskan.

IP
Baca selengkapnya

Friday, August 31, 2018

Tahapan Pileg 2019. Secara Peraturan Komisi Pemilihan Umum

Lambang DPRD Kabupaten Bogor.
Bagi para caleg di Kabupaten Bogor perlu kiranya memperhatikan jadwal-jadwal penting dibawah ini.

Pertama, pendaftaran dibuka tanggal 4-17 Juli. Verifikasi administrasi daftar calon pada tanggal 5 – 18 Juli 2018.

Penyampaian hasil verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon dan bakal calon kepada parpol 19-20 Juli.

Kemudian perbaikan perbaikan daftar calon anggota serta pengkajian bakal calon pengganti pada tanggal 22-31 Juli.

Dilanjutkan verifikasi perbaikan daftar calon dan syarat calon pada tanggal 1-7 Agustus.

Lalu penyusunan dan penetapan daftar calon sementara (DCS) pada tanggal 8-12 Agustus.

Setelah itu KPU Kabupaten akan melakukan pengumuman DCS anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/kota dan persentase keterwakilan perempuan pada tanggal 12-14 Agustus.

Pada tanggak 12-21 Agustus KPU akan menerima masukan dan tanggapan masyarakat.

Dilanjutkan permintaan klarifikasi kepada parpol atas masukan dan tanggapan masyarakat terhadap DCS pada tanggal 22-28 Agustus.

KPU Kabupaten Bogor akan menerima penyampaian klarifikasi dari parpol pada tanggal 29-31 Agustus.

Kemudian KPU akan memberikan memberitahukan pengganti DCS pada tanggal 1-3 September

Pada tanggal 4-10 September KPU juga akan menerima pengajuan penggantian bakal calon.

Selanjutnya dilakukan verifikasi pengganti DCS pada tanggal 11-13 September. Serta penyusunan dan penetapan caleg pada tanggal 14-20 September.
Baca selengkapnya

Thursday, August 30, 2018

Cerita aneh tentang rezim kekinian.. 2014 angka sial untuk NKRI

Cerita aneh tentang rezim kekinian.. 2014 angka sial untuk NKRI

Cerita Aneh .......

Baru kali ini ada sebuah kekuasaan yang takut dengan sebuah # yang bertuliskan 2019GANTIPRESIDEN. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah banyak campur tangan aparat menghalangi acara2 # tersebut.

Bahkan lebih parahnya lagi terjadi persekusi kepada beberapa aktifis dari # tersebut, aneh bin ajaib juga ada kejadian yg memakai #2019GANTIPRESIDEN di persekusi malah di paksa di buka di jalan raya.

Sungguh aneh bin ajaib, seberapa hebatnya kah # tersebut sampai2 banyak yang kebakaran jenggot ????
Dituduh makarlah inilah itulah banyak lagi fitnahan dan ketidak adilan yg di alami, di derita & di terima oleh mereka para aktifis #2019GANTIPRESIDEN.

Padahal katanya negeri ini adalah Negeri Demokrasi, Negeri yang Berkeadilan, Negeri yang Pancasilais tp kenapa dgn sebuah perbedaan & #2019GANTIPRESIDEN aja takut.

Mari saudaraku, jgn jadikan perbedaan itu sebagai musuh tp jd kanlah perbedaan itu sebagai Anugrah mari kita berdemokrasi dengan baik, Jujur, Adil & sopan santun.

Salam Cakra.

H. M. Jaka Lesmana Alfatih
Baca selengkapnya

KPK Harus Selidiki Sumber Dana, BUMN Borong Tiket Asian Games 2018.

Uchok Sky Kadafi, Direktur CBA. (Sumber Fhoto: Google)
Jakarta, ZAMANHP - Banyak Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang dituding KPK memborong tiket Asian Games 2018. Dimana maksud dari pemborongan tiket ini untuk di bagi bagi kepada para pejabat Rabu, (29/8/18).

Padahal seorang pejabat menerima tiket gratis itu tidak pantes dan sangat norak sekali. seorang pejabat negara itu gaji sangat mahal dari pajak rakyat. Dan juga mendapat fasilitas yang mewah dari negara. Masa untuk beli tiket saja, tidak punya duit dan minta gratis

selanjutnya, setelah ketahuan pemborongan tiket Asian Games oleh KPK, tidak seharus lembaga anti rasuah ini hanya menghimbau kepada para pejabat agar melaporkan kepada KPK karena dianggap sebegai Gratifikasi korupsi.

Yang harus dilakukan KPK adalah melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) kepada pejabat negara yang menerima tiket Asian Games 2018 tersebut. karena kalau KPK tidak melakukan OTT tiket bagi pejabat, maka mereka tidak akan jera, dan tidak akan hilang tradisi bagi bagi tiket diinternal kalangan pejabat. Kemarin ada isu tiket atau kartu tol gratis, dan hari ada tiket Asian Games.

Maka dari itu, meskipun KPK tidak melakukan OTT kepada para pejabat penerima kartis, tetapi kami dari CBA (Center For Budget Analysis) tetap meminta kepada KPK untuk tetap melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi bagi bagi tiket tersebut.

Yang harus dilakukan KPK, bukan hanya Fokus sidiknya kepada sejumlah BUMN yang bagi bagi tiket kepada pejabat negara tersebut. Tetapi untuk mengungkap kasus pemborongan tiket oleh BUMN,  KPK harus segera memanggil pejabat pejabat penting dan bertanggungjawab di kementerian BUMN seperti Imam Apriyanto Putro yang menjabat sebagai sekretaris kementerian BUMN, dan juga menjabat wakil Komisaris utama Bank Mandiri. Dan Juga memanggil  Hambra deputi Bidang Infrastruktur Bisnis, dan juga menjabat sebagai Komisaris PT. Semen Indonesia.

Sumber : Uchok SK
Baca selengkapnya

Sunday, August 26, 2018

Jokowi - Ma'ruf Amin di Dukung Cakra19 Dengan Deklarasi Pengurus dan Anggota

Bandung, ZAMANHP - Ratusan orang yang tergabung dalam Cakra 19 Jabar menggelar deklarasi Untuk mendukung Capres/Cawapres Jokowi dan Ma'ruf Amin pada pilpres 2019 mendatang, Relawan tersebut berkumpul dan mendeklarasikan diri di Ballroom Hotel Holiday In Pasteur Bandung pada Sabtu, (25/8/18).

Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an dan penyanyian Lagu Indonesia Raya ini dihadiri Wasekjen Cakra 19 Letjen TNI (Purn) Handoko Wiradi, Koordinator Cakra 19 Jabar. Pada sesi pembacaan Deklarasi oleh Siti Aisyah yang dihadiri sekitar 250 an orang perwakilan Pengurus dan Anggota Cakra se-Jawa Barat.

Handoko menyampaikan sambutan dan menjelaskan bahwa relawan Cakra sudah ada dari Aceh sampai Papua yang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi. Adapun Deklarasi Cakra 19 di tingkat pusat sudah dilaksanakan pada 12 Agustus 2018 lalu di Jakarta, terangnya.

Juanda Saefudin menjelaskan deklarasi yang dihadiri ratusan Anggota Cakra 19 ini sebagai bagian dari program kerja relawan Cakra se-Jabar untuk mendukung pemenangan pasangan capres/cawapres Jokowi Maruf di Jabar pada pilpres 2019 mendatang.

"Menurut saya sebagai Koordinator Cakra 19 kepemimpinan Presiden Jokowi sudah berjalan di trek yg benar dengan mencapai kemajuan di segala bidang, cakra 19 sepakat mendukung jokowi agar negara sejahtera adil dan makmur, komitmen perjuangan Cakra adalah kegiatan yang tidak bertentangan dengan demokrasi.

Selain itu yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku serta mengutamakan persatuan dan persatuan, perbedaan yang ada tidak akan menjadikan perpecahan dan permusuhan, sikap kita tidak akan bekerja dengan menumbuhkan kebencian, tidak melakukan adu domba dengan isu sara dan lain - lain.

Kita juga akan bekerja secara proposional dan profesional, tidak berusaha menyebarkan informasi yang menyesatkan dan tidak berkampanye hitam, tidak menyerang dengan isu kegagalan dan lain - lain kepada calon - calon lain untuk memperoleh dukungan.

Yang tak kalah penting kita tidak akan melakukan intimidasi serta menolak dan melawan intimidasi, kita akan terus meningkatkan kegiatan yang sudah dijadwalkan untuk mencapai target kemenangan Capres/Cawapres pilihan kita ini pada helatan Pilpres tahun depan.

Kontributor: Yusman/60Menit.com
Baca selengkapnya