Arti Secangkir Kopi

Persentase sebuah kesuksesan seseorang menurut saya bukan hanya dari bakat orang tersebut atau dari diri ia sendiri. Tapi kesuksesan juga harus didorong oleh lingkungan dimana ia tinggal terutama keluarga dan teman. Terus terang judul diatas hanyalah situasi saat saya menulis catatan ini. Hanya ditemani secangkir kopi dan sebungkus rokok di sebelah Layar PC.
Saya ingat betul bulan-bulan lalu, ketika suasana saya gembira dengan ramainya sahabat yang berada disekeliling saya maka tak ayal arti secangkir kopi sangatlah berbeda dengan detik ini. Sendiri lalu jauh dari basa-basi wajah para penjilat.
Lingkungan berarti yang ada disekitar, keluarga, teman dan tetangga.
Mereka adalah kunci menuju kesuksesan dalam hidup, tanpa mereka apalah artinya kita! Bagai artis tanpa wartawan, tak akan terkenal, dokter tanpa pasien percuma buka praktek atau Rumah Sakit. Pedagang tanpa pembeli bisa bangkrut dan begitu pun anda berada dalam profesi apa? Guru, Dokter, Wiraswasta dan lain sebagainya... Yang semuanya itu membutuhkan orang lain. Tapi sekalipun demikian, mereka jangan pernah dijadikan segalanya dalam hidup anda. Karena mereka pun memiliki kekurangan dan kelebihan, terlebih satu hal dan perlu di ingat bila perlu di garis bawahi. Jangan pernah percaya terhadap siapapun, karena yang saya alami hanya sakit hati ketika kepercayaan tumbuh subur dalam satu komunitas kecil. Entah siapa yang salah dalam cerita ini, namun demikian saya berharap dunia akan tahu arti secangkir kopi yang sesungguhnya tanpa memandang harta dan tahta. Jika dunia tak dapat faham atas apa yang telah terjadi, itu berarti tak ada lagi teman dalam hidup saya... Terlebih mereka, teman yang berpola fikir ortodok, kampungan sebab faktor pendidikan, bodoh karena keluarga pun demikian, tolol dalam mengambil sikap, lalai dalam menjalankan amanat persahabatan dan saya berharap Allah SWT menjauhkan dan mengubur segala cerita dari wujud jenis insan tolol seperti tadi. Amin...
Pengalaman adalah guru yang tak terlupakan dan hingga detik ini akan selalu saya renungkan siapa saya dan siapa mereka karena tidak ada hakim dalam hal ini untuk pembenaran siapa bersalah.
Biarlah satu ekor anjing dibunuh dari pada satu kandang mati terkena penyakit menular Anjing Gila.

Qariatu Nice Jarasti

0 Response to "Arti Secangkir Kopi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel