Wednesday, December 12, 2018

Ketua MUI Kec. Cileungsi, KH. Aos Firdaos Bin H. Hamdan Meninggal Dunia

Almarhum KH. Aos Firdaos.
Ketua MUI Cileungsi - Bogor.
*INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN*

Berita Duka:
Kami atas nama Keluarga Besar MUI Kab.Bogor mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya *KH. AOS FIRDAOS bin H. HAMDAN, ketua MUI Kec.Cileungsi, pada hari Rabu, 12 Desember 2018 pukul 15:20 WIB di RSUD Cibinong.*

Beliau wafat sesaat setelah mengikuti Rapat Koordinasi di MUI Kab.Bogor.

Mudah-mudahan almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah, dan berada dalam rahmat Allah.SWT.

Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.
Proses Pemakaman Ketua MUI Cileungsi.
Melalui pesan ini juga kami mengajak masyarakat untuk bersedia membacakan surat al-Fatihah dan doa untuk beliau.

اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ - أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

*Dewan Pimpinan MUI Kab.Bogor*

Ketua Umum,
*Dr. KH. Ahmad Mukri Aji, MA. MH.*

Sekretaris Umum,
*H. Romli Eko Wahyudi, MM.*
Baca selengkapnya

Friday, November 30, 2018

Hidup Di Era Kini Harus Membangun Cita-cita Yang Sempurna.

Meraih Mimpi Bukan Hanya Tidur.
Bacalah Hingga Selesai..
Adik-adik remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok2 hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luama sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, biar gaji bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, SMA angkatan 90-an, itu cita-citanya.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, biar bisa tugas di luar negeri, tunjangan dollar, itu juga cita-cita kakak-kakak kita dulu, yang SMA angkatan 2000-an.

Kalian adalah generasi berbeda..Kalian adalah yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia.
Apa cita-cita kalian?

Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan2 yang menakjubkan lainnya. Kalian menonton film seperti Iron Man, Avengers, Minion, maka besok2 giliran film kalian yang ditonton orang.

Kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok-besok giliran orang lain yang jadi konsumen franchise milik kalian. Hari ini kalian memakai baju, pakaian buatan orang lain, besok-besok giliran orang lain yang pakai baju kalian.

Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok2 giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian.
Itulah dunia kalian..Masa depan..

Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan trend yg kita buat. Maka bila saat itu tiba, kita bisa benar2-benar bilang : Merdeka!!

Ayolah, lupakan sejenak bekerja jadi PNS, karyawan BUMN, atau karyawan swasta, masuk pagi, pulang malam. 30-40 tahun bekerja, pensiun. Itu sudah terlalu banyak orang yang melakukannya, masa’ kita akan ikut jalan serupa, saatnya kalian memulai jalan berbeda.

Jangan takut dengan kegagalan, jangan takut dengan tidak punya pekerjaan, menganggur, dll, dll. Sepanjang kita memang sungguh2, tahan banting, kita bisa menjadi yang terbaik di bidang yang kita geluti.

Setinggi apapun jabatan kalian, jika masih PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, maka sejatinya tetap saja suruhan orang lain. Punya atasan, dan hidup kita laksana siklus dari bulan ke bulan, gajian ke gajian.

Asyik duduk di belakang meja, lamat-lamat menatap media sosial, komen ini, komen itu, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi tetap saja begitu-begitu saja hidup kita.
Tidak, adik-adik sekalian, hidup kalian bisa lebih berwarna. Kalian bisa jadi apa saja.

Jangan buat sempit cita-cita, mimpi-mimpi kalian. Generasi kalian seharusnya tidak terikat waktu, tidak korupsi waktu, sebaliknya, kalian bebas dan fleksibel menentukan jam kerja sendiri.

Yakinlah, besok lusa, karya kalian akan menaklukkan kota-kota jauh, bahkan negara-negara jauh. Besok lusa, profesi kalian akan memiliki reputasi hingga pulau-pulau seberang, benua-benua luar.

Kalian bukan lagi generasi yang bahkan naik pesawat saja mahal dan susah. Atau mau berkirim kabar harus memakai telegram dan pager. Sambutlah masa depan kalian yang gemilang.

Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi2 penuh passion dan suka-cita. Itulah panggilan generasi kalian. Dan saat kalian bisa menggapainya, kalian bisa berteriak sekencang mungkin: Merdeka! Karena hidup kalian sungguh sudah merdeka.

Mulailah dari sekarang, remaja. Cari hobi dan aktivitas bermanfaat. Tekuni. Besok-besok kalian menjadi master di bidang tersebut.

Maka kita tidak lagi bicara tentang besok pagi2 berangkat kerja, sore2 pulang nanti macet, aduh, besok sudah Senin lagi, melainkan bicara: besok saya akan menginspirasi siapa, nanti sore saya akan mengubah apa, dan besok Senin saya akan meluncurkan karya apa lagi.

By: Najwa Shihab
Baca selengkapnya

Wednesday, November 28, 2018

Sunatan Massal Untuk Umum CSR PT. VOKSEL di RS. THAMRIN Cileungsi.

Ilustrasi Sunatan Massal.
Pengumuman Untuk Warga Cileungsi, Bantargebang dan sekitarnya.

PERHATIAN
Kami dari Komite CSR PT Voksel Electric Tbk bekerjasama dengan RS Thamrin Cileungsi akan mengadakan khitanan massal pada :
Hari : Minggu
Tgl : 16 Desember 2018
Jam : 09.00
Tempat : Rumah Sakit Thamrin Cileungsi
IKLAN CALEG DPR RI.
Yang bisa kami berikan adalah:
Biaya sunat gratis
Uang saku
Sarung
Peci
Celana sunat
Piagam
Nasi box

Bagi yang berkenan,  segera mendaftar ke kami, dengan mengisi formulir dan melampirkan pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar.

Demikian kami sampaikan, terima kasih

Hormat kami
Komite CSR Voksel



(Saya Menyampaikan Perihal Ini Dan Menyediakan Formulir Pendaftaran)
Bisa Menghubungi:
Jamal / 0856 2392 678 Via Whatsapp/SMS
Jaelani / 0899 0019 009 Via Whatsapp/Telp.
Http://www.lpkjamal.org
Semoga Informasi Ini Bermanfaat.

Baca selengkapnya

Monday, November 26, 2018

Tulisan Ini Sebagai Bahan Diskusi Saja, Antara Islam, PKI, PKS, Marhaen, Jokowi, Prabowo, Megawati, Amien Rais, Soeharto, Soekarno Dan Tokoh Bangsa Lainnya

Gambar Hanya Pemanis Saja.
Tulisan Ini Saya Copy Paste Dari Facebook.

Mengapa ada yang benci Jokowi ?
Dulu waktu Jokowi mencalonkan diri sebagai Walikota Solo, PAN ada bersama dia. Periode kedua, PKS ikut berkoalisi mendukung Jokowi. Ketika sahabat saya yang juga kader PKS dan juga elite PKS mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Sumatera Barat, dia menggandeng kader PDIP sebagai wakilnya. Saya sempat tanya apa alasannya memilih PDIP sebagai mitra koalisi? jawabnya sederhana tapi membuat saya terkejut. “ Apa yang diperjuangkan oleh PDIP itu juga yang diperjuangkan PKS. Idiologi PDIP itu membela kaum marhaen, kaum lemah. Hakikat Islam yang diperjuangkan adalah kaum lemah untuk keadilan." Namun ketika Jokowi diusung oleh PDIP sebagai capres, maka keadaan menjadi lain. Mengapa ? pertama karena Presiden adalah jabatan pimpinan Nasional, maka ini berhubungan dengan agenda nasional, masalah idiologi. Kedua, Jokowi di usung oleh PDIP. Sebagaimana diketahui bahwa di Indonesia ini hanya ada dua partai berbasis idiologi, yaitu PDIP dan PKS.
PDIP.
Marhaen adalah ajaran Soekarno yang intinya membela kaum tertindas agar mandiri dan kuat. Apa yang dimaksud dengan marhaen itu ? Marhaen adalah nama petani asal jawa barat sebagai lambang anak bangsa punya alat berproduksi untuk kehidupan diri dan keluaganya. Kemudian PDIP menterjemahkan marhaen itu dengan istilah wong cilik. Kalau dilihat sekilah, marhaen itu hampir sama dengan ajaran komunis sosialis yang membela kaum buruh dan tani. Tapi jelas kalau anda baca buku tulisan Soekarno, ada perbedaan yang prinsip dengan komunis sosialis. Namun didalam Marhaen semua golongan bisa nyaman. Golongan Islam, Nasionalis. sosialis, tentara, ada. Soekarno tidak mengajak orang perang kelas. Tidak mempersoalkan perbedaan sosial. Tidak. Soekarno menggunakan Marhaen untuk melahirkan Pancasila sehingga diterima semua golongan.
Apa yang menjadi ruh dari Marhaen dalah Pancasila. Marhaen tidak bicara golongan atau kelas tapi bicara sistem yang menjajah. Bagi Soekarno kelas itu ada karena sistem. Maka sistem itulah yang harus diperangi. Maka kemerdekaan itu adalah keniscayaan. Soekarno yakin untuk mencapai kemandirian masyarakat marhaen harus melalui revolusi. Makanya walau setelah indonesia merdeka, Soekarno masih menggunakan jargon Revolusi. Dan dia disebut sebagai bapak revolusi yang senantiasa mengobarkan api revolusi. Mengapa ? Karena setelah merdeka, sistem belum bisa mengubah nasip kaum marhaen. Sistem patron dan clients yang melekat dengan kebudayaan Indonesia masih terjebak dengan feodalisme dan menindas kaum marhaen.
PKS.
Banyak orang menilai PKS itu identik dengan HTI , yang punya cita cita mengubah NKRI menjadi Negara Islam atau ingin mengubah Pancasila menjadi Syariah. Itu tidak tepat. Kalau sampai terjadi persepsi seperti itu dapat dimaklumi karena PKS adalah reinkarnasi gerakan politik islam sejak kematian Masyumi oleh rezim Soekarno dan Soeharto. Gerakan itu bangkit sejak tahun 1970 namun lebih kepada gerakan dakwah. Tidak bicara politik. Makanya Soeharto tidak curiga. Tetapi diam diam gerakan itu terus membesar. Karena ada Mohammad Natsir yang merupakan tokoh Masyumi dan juga penggerak utama DDII (Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia), yang belakangan berhasil menarik pensiunan jenderal dan elite politik ujtuk mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Soeharto dalam bentuk petisi 50. Sejak itu M Natsir dan kawan kawannya di cekal seumur hidup.
Walau gerakan itu semakin dipersempit ruangnya karena sudah masuk radar di curigai Soeharto, namun secara diam diam mereka terus bergerak melalui LDK ( lembaga Dakwah Kampus ), yang kemudian banyak bergerilya di dalam kampus dan tetap bagian dari DDII. Lambat laun menjadi gerakan Tarbiyah yang bukan hanya membangun masjid di kampus tapi juga lembaga pendidikan Nurul Fikri, lembaga dakwah Khoiru Ummah, kelompok kesenian nasyid, dan majalah Sabili. Selain itu, gerakan Tarbiyah juga menyebarkan berbagai gagasan dan pemikiran mereka melalui buku-buku yang diterbitkan antara lain oleh penerbit Gema Insani Press (GIP), Pustaka Al-Kautsar, Era Intermedia, dan Asy-Syamiil.
Ketika tahun 1998, Soeharto jatuh, dan kaum reformis menang, gerakan islam yang tadinya dibawah tanah, segera bangkit mengambil kesempatan ini. Apakah yang muncul Masyumi ? wajah baru dalam gerakan kesatuan Islam ? Tidak. Mengapa ? karena tokoh pemersatu gerakan islam ketika itu Amin Rais tidak komit. Seandainya Amin Rais sebagai tokoh gerakan Reformasi bersedia menjadi Ketua Umum Partai Bulan Bintang ( PBB) , kemungkinan besar PK tidak akan pernah ada. Bahkan PKB dan PAN juga tidak ada. PBB akan sangat besar seperti era kejayaan Masyumi tahun 1955 karena gabungan dari semua gerakan islam. Tapi Amin Rais menolak jadi tokoh gerakan islam dan mendirikan partai pribadinya yang bernama PAN. Karena itu lahirlah PK, yang kemudian menjadi PKS.
Nah siapa yang ada didalam PK itu? ya dari semua gerakan islam. Tidak ada satupun golongan islam yang dominan. Mereka dengan latar belakang aliran Islam berbeda berkumpul menjadi satu di partai ini. Orang dengan pemahaman agama seperti apa pun bisa masuk PK. Di partai ini, ada orang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan aliran lainnya. Jadi kalau sampai ada orang HTI masuk dalam PK itu juga tidak bisa dipungkiri atau keluarga dari mantan pemberontak DII/TII juga bisa. Tapi PK ternyata tidak begitu efektif menarik massa islam. Karena terjadi banyak faksi PK sehingga arah perjuangan tidak jelas. Terbukti dalam pemilu suara PK hanya satu koma.
Tahun 2002 PK berubah menjagi PKS. Saat itulah PKS sangat berbeda dengan PK. PKS menjadi partai terbuka dan syariat islam adalah masa lalu. Tentu perubahan politik PKS ini membuat kader akar rumput dari berbagai aliran islam seperti HT dan lain lain merasa di khianati. Karena agenda mereka ingin mengubah Pancasila dan UUD 45 menjadi Syariat Islam. DI Era SBY banyak kader PK yang mengundurkan diri. Namun sejak Pemilu 2014, SBY berhasil mempersatukan ormas islam seperti HTI, Syalafi, Masyumi, FUI, FPI, untuk mendukung PKS, PAN dan PKB berhadapan dengan PDIP yang mencalonkan Jokowi sebagai Presiden.
Perseteruan antar Idiologi.
Semua tahu adanya kesepakatan China ASEAN free Trade Area yang memungkinkan China punya akses luas ke Indonesia dalam hal investasi dan perdagangan itu ditanda-tangani era SBY. Yang ketika itu SBY didukung oleh koalsi partai islam. Tetapi anehnya issue soal Jokowi pro China dan PKI yang sengaja di hembuskan oleh kubu Prabowo, langsung di makan oleh akar rumput partai pendukung Prabowo. Mengapa ? karena ada alasan historis yang rasional tentang issue tersebut. Ceritanya begini. Seusai Pemilu 1955, diadakan sidang konstituate yang bertujuan mengubah UUD 45. Kelompok Islam sudah diatas angin untuk mengubah UUD 45 sesuai dengan syariah islam dengan mengembalikan tex Pancasilan sesuai dengan Piagama Jakarta. Soekarno tidak happy atas situasi sidang konstituante itu. Kalau sampai Soekarno menolak perubahan UUD 45 yang dirancang oleh Konsituante bentukan Pemilu 1955, itu bukan karena Soekarno anti demokrasi tapi lebih karena kekawatirannya perubahan UUD 45 akan melahirkan feodalisme gaya baru melalui patron agama. Apalagi ketika itu Masyumi berhasil menjadi partai besar. Atas dukungan dari TNI, Soekarno mengeluarkan dekrit presiden kembali ke UUD 45 secara murni maka saat itulah genderang perang dengan patron kaum agama, khususnya golongan islam yang punya agenda syariah. Tentu mereka sakit hati. Karena apabila tidak ada dekrit presiden, perjuangan mendirikan negara islam sudah terjelma.
Tentu Soekarno bersikap seperti hal tersebut punya alasan yang kuat. Soekarno percaya bahwa antara islam , nasionalis dan komunis punya agenda sama yaitu bagaimana membela kaum marhaen dan mendobrak mata rantai patron yang membelenggu kemandirian kaum marhaen. Makanya NU menyatakan keluar dari Masyumi dan bergabung dalam barisan nasional mendukung Soekarno bersama PKI, PNI, yang kemudian di kenal dengan NASAKOM. Musuh kaum marhen setelah merdeka bukanlah orang asing tapi bangsa sendiri yang masih punya mental feodal dalam hubungan antara patron dan clients. Politisi agama tak lain memberikan peluang patron agama menindas clients yang juga kaum marhaen. Karenanya tanpa ragu Soekarno melibas semua patron islam yang berpolitik dan makar. TNI tanpa ragu ada dibelakang Soekarno bukan hanya karena loyalitas tapi juga TNI diberi hak berpolitik. Sehingga semua dalam barisan strategis menuju indonesia mandiri.
Kelompok islam punya agenda yaitu mendirikan negara berbasis syariah. Karenanya mereka tidak pernah menganggap musuh selain PDIP. Bagi mereka semua partai selain PDIP adalah pragmatis, yang bisa berubah haluan kapan saja tergantung situasi dan kondisi politik. Jadi musuh golongan islam adalah kelompok yang memperjuang idiologi. Dan itu adalah Marhaen yang dibungkus dengan Partai Nasionalis, yang kemudian berinkarnasi menjadi PDIP. Benarkah ? Perhatikan sejarah berikut: Di era Soeharto walau bagaimanapun sikap keras Soeharto terhadap kelompok radikall islam, Ormas islam mayoritas dan kelompok intelektual islam tetap menaruh harapan kepada kepemimpinan Soeharto sebagai soft landing untuk hadirnya kekuatan baru islam di Indonesia. Setelah Soeharto jatuh dan Megawati berhasil menjadikan PDIP sebagai pemenang pemilu 1999, namun gagal sebagai RI-1. Kursi presiden jatuh kepada Gur Dur. Mengapa? Adanya poros tengah yang merupakan koalisi partai islam yang memastikan Gus Dur unggul dalam Voting di MPR. Megawati harus ikhlas menerima posisi sebagai wakil presiden.
Tampilnya SBY ke panggung politik, karena semua ormas islam dan Partai islam bersatu mendukung SBY dengan tekad asal bukan Megawati ( asal bukan PDIP). Padahal ketika itu Megawati berpasangan dengan Hashim Muzadi yang juga ketua PBNU namun tidak ada pengaruhnya meredam issue negatif bahwa PDIP anti islam. Tahun 2009 Megawati berpasangan dengan Prabowo dengan harapan kelompok islam yang ada dibelakang SBY bisa menyeberang ke Megawati. Namun tidak ada pengaruhnya. SBY semakin solid dengan Partai islam dan ormas islam. Nah tahun 2014, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa dari PAN. Semua partai islam dan ormas islam bersatu mendukung Prabowo. Mengapa ?
ini bukan karena Prabowo hebat dan dipercaya tetapi karena Jokowi diusung oleh PDIP. Musuh mereka bukan Jokowi tetapi PDIP. Ini dendam lama yang tak pernah padam. Samahalnya sekarang. Semua elite partai islam seperti PKS dan PAN sangat paham bahwa kinerja Jokowi tidak perlu diragukan. Mereka sangat tahu bahwa Jokowi adalah pemimpin terbaik yang pernah ada di Indonesia, tetapi masalahnya ini soal politik. Idiologi marhaen yang ada pada PDIP itulah pokok persoalannya. Walaupun Jokowi berpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin yang tokoh NU dan juga ketua Umum MUI, tidak ada pengaruhnya mengurangi kebencian kelompok islam yang masih bermimpi mendirikan negara berbasis syariah. Kelompok islam tidak peduli bila Prabowo punya agenda seperti era Orba yang pernah membuat luka perjuangan islam. Bagi mereka itu lebih baik daripada negara dibawah kendali kaum marhen dan nasionalis yang pasti membuat agenda mereka mendirikan negara berbasis syariah terkubur zaman.
Kesimpulan
Ketidak sukaan sekelompok umat islam terhadap Jokowi khususnya yang ada di Sumatera Barat- Riau yang dulu sebagai basis PRRI dan Jawa Barat yang dulu sebagai basis DII/TII. Itu bagian dari sejarah gelap bangsa ini yang sampai sekarang masih menyimpan dendan. Masih ada sekelompok orang tidak pernah seratus persen menerima Pancasila sebagai falsafah negara, sebagai dasar idiologi negara. Padahal di era sekarang idiologi tidak lagi sebagai panglima sejak Komunis bangkrut di Uni Soviet dan China jadi kapitalis, dan pasar terpuruk di jantung kapitalis Wallstreet. Turki sebagai simbol khilafah yang pernah sukses berkuasa 600 tahun, bergandengan tangan dengan China dan Rusia yang sekular. Arab sebagai pengawal dua kota suci, mulai berhutang RIBA untuk APBN nya dan menerapkan pajak penjualan. Jadi kalau masih bermimpi berkuasa dengan alasan menegakan syariah islam secara kaffah, itu sudah ketinggalan jaman. Cara berpikir terbelakang dan tidak intelek.
Era sekarang adalah era kolaborasi dan sinergi antara golongan, antar bangsa, antar agama. Semua bertujuan untuk perdamaian agar mencari uang mudah, berbahagia dengan cara sederhana. Pemimpin hebat tidak ditentukan oleh pendidikan atau sipil militer, ulama non ulama tetapi oleh akhlak. Orang memilih pemimpin karena akhlaknya. Apa dasar memilih pemimpin ? dia punya sifat rendah hati dan hidupnya sederhana. Bijaksana, yang tidak mudah menciptakan konplik dan musuh. Jujur dan amanah. Setia kepada keluarga dan sahabat. Cerdas. Konsisten, dan bertanggung jawab karena itu. Tidak mementingkan diri sendiri dan keluarga. Bukan dari golongan hamba sahaya atau yang hidup dari derma dan donasi. Tapi sebagai wirausaha yang mampu menghidupi dirinya sendiri dari kreatifitas akal. Dan yang sangat penting adalah Taat menjalankan agama. Itu semua ada pada Jokowi.
Baca selengkapnya

Saturday, November 24, 2018

Lirik Lagu Di Matamu, Penyanyi Sufian Suhaimi.

Sufian Suhaimi Penyanyi Lagu Di Matamu.

Inilah Teks Lagu Di Matamu.


[Verse 1]
Apakah kau cuba untuk menafikan
Keikhlasan hatiku padamu
Betapa ku mencuba
Mendapatkan secebis kasih mu

[Verse 2]
Apakah kau tak mampu untuk menentukan
Di antara kaca dan permata
Betapa telahan mu
Memaksa ku mengundurkan diri

[Chorus]
Dan tak seharusnya aku
Bertemu dirimu di dunia ini
Dan kau membuang diriku sesuka hati mu
Dan memilih dia
Dan ku tersandar begini
Meratapi hati yang telah dilukai
Aku sedar betapa hinanya
Ku di matamu

[Bridge]
Namun jika ku diperlukan, dan diterima
Izinkan ku menagih kasihmu
Namun jika ku ditolak, tak diperlukan
Buang segala tentang ku

[Chorus]
Dan tak seharusnya aku
Bertemu dirimu di dunia ini
Dan kau membuang diriku sesuka hatimu
Dan memilih dia
Dan ku tersandar begini
Meratapi hati yang telah dilukai
Aku sedar betapa hinanya
Ku di matamu


Baca selengkapnya

Thursday, September 13, 2018

Turis Perancis dan Tour Guide Hilang di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kalimantan Tengah.

Kedua Turis Perancis dan Pemandu Wisata / Tour Guide.
ZAMANHP - Dua turis asal negara Perancis dan satu orang pemandu wisata (Tour Guide) sempat hilang di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) daerah Pondok Tanggui, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah.

Dilansir dari Borneonews ketiga orang tersebut sejak Senin (10/9/2018) siang sempat hilang dan segera dilakukan pencarian oleh Tim gabungan dari Balai TNTP yang terdiri dari Pelaku Wisata yang datang, Anggota Polsek Kumai dan Polres Kobar serta dibantu BASARNAS setempat.

Keesokan harinya sekira pukul 11:45 WIB dua turis dan satu orang tour guide berhasil ditemukan dengan kondisi kelelahan dan tangan serta kakinya lecet karena menempuh perjalanan jauh mencari jalan keluar dari hutan.

Hal itu disampaikan Humas Balai TNTP Efan Ekananda, "Alhamdulillah mereka ditemukan selamat. Ketiganya hanya menderita luka lecet di kaki dan tangan serta kelelahan saja," jelas Efan.
Efan menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi karena adanya dugaan bahwa Aldy (Tour Guide) belum mengetahui jalan (Tracking) dan masih baru menjalani profesi sebagai Pemandu Wisata.

Aldy membawa dua orang turis asal Perancis yang bernama Jean Luc Dudek (57) dan Alban Dudek (38) yang berhasil ditemukan tim gabungan di dekat Feeding area orangutan di Pondok Tanggui.

"Ini terjadi lantaran kelalaian pemandu wisata. Mungkin lantaran yang bersangkutan adalah pemandu wisata baru jadi belum hafal jalur. Selain itu, saat membawa turis trekking di lokasi tersebut pemandu wisata itu juga tidak melapor ke petugas Balai TNTP yang berada di lokasi trekking. Padahal melaporkan diri setiap membawa turis berkegiatan di kawasan TNTP adalah suatu kewajiban. Atas peristiwa ini, sesegera mungkin akan dilakukan evaluasi kegiatan wisata di kawasan TNTP," terang Efan kepada awak media.


Seorang pelaku wisata yang ikut dalam pencarian Herman Herry Roustaman ikut menambahkan setelah ditemukannya ketiga orang tersebut, kedua turis mancanegara tersebut masih melakukan kegiatannya di kawasan TNTP.

"Saat ditemukan tim pencari, sebenarnya turis tersebut kami ajak pulang ke Kumai. Namun keduanya memilih menikmati kegiatan susur sungai naik kelotok untuk kembali ke Kumai. Hanya pemandu wisata yang saat ini sudah kembali pulang. Tugasnya kemudian digantikan oleh seorang pemandu wisata senior yaitu Arbain," ungkap Herry.

Seperti yang disampaikan Herry, kedua turis tersebut menganggap kejadian tersesat mereka bertiga di TNTP merupakan pengalaman yang berkesan.

"Saat kami tanyakan, kedua turis mancanegara tersebut mengaku masih ingin menikmati perjalanan sebelum nantinya kembali menginap di sebuah hotel di Pangkalan Bun, lantaran keesokan hari akan kembali pulang ke negaranya melalui Jakarta. Mereka juga mengatakan tidak akan melakukan tindakan tuntutan apapun," tutup Herry.

Editor: IP
Baca selengkapnya

Wednesday, September 12, 2018

Cara Menambahkan File PDF, Excel, Word dan PPT Ke Blog Menggunakan Google Drive.

Assalamu Alaikum, Wr Wb.
Saya ingin memberikan tatacara menampilkan File dengan Extention PDF, Word, PPT dan PPT pada Blog.
Dengan menampilkan file tersebut secara langsung akan memudahkan pembaca untuk memahami dan mempelajari data anda sampaikan.
Langsung saja untuk memulainya anda ikuti petunjuk berikut ini.

1. Yang pertama anda Login ke  https://drive.google.com/  dengan akun Gmail anda.

2. Selanjutnya anda Upload (Unggah) File yang ingin anda bagikan pada Blog.


3. Kemudian pilih file yang akan di upload, tunggu sampai proses upload selesai. Jika sudah selesai, klik file yang sudah di upload tersebut.
4. Setelah itu, klik file tersebut, lalu pilih "Bagikan".

5. Setelah itu akan muncul Sharing Settings pilih Dapat Komentar, klik Lanjutkan seperti gambar dibawah ini.


6. Pada pilihan Siapa yang bisa mengakses file tersebut, klik Ubah pilih Aktif-Siapa saja orang yang memiliki tautan, klik Simpan.

7. Setelah itu, copy link yang terdapat pada Tautan Berbagi ke Notepad.
8. Selanjutnya masuk ke Blogger dan Pilih Entry Baru.
9. Buatlah postingan dengan memilih tab Edit HTML Bukan Compose.

10. Copy script berikut pada edit HTML :
    <iframe src="https://docs.google.com/viewer?srcid=(paste disini)&pid=explorer&chrome=false&embedded=true" width="800" height="800"></iframe>

(Dapat Di Sesuaikan Untuk Lebar Dan Tinggi Pada Tampilan Posting Anda Sesuai Tema Blog)

11. Pada tulisan paste disini letakkan link yang kita copy dari Google Drive tadi khusus untuk yang berwarna biru saja :
https://drive.google.com/file/d/0B5LibGNeKaUEdmlaYXZGOGpOaFU/view?usp=sharing

12. Sehingga menjadi :
<iframe src="https://docs.google.com/viewer?srcid=0B5LibGNeKaUEdmlaYXZGOGpOaFU&pid=explorer&chrome=false&embedded=true" width="800" height="800"></iframe>


15. Setelah selesai Klik Publikasikan Postingan dan Silahkan Lihat Hasilnya.

Sampai disini sudah selesai cara membagikan file ke Blogspot menggunakan Google Drive. 
Baca selengkapnya